Peringatan Hari Rabies Sedunia: Mengenal Bahaya dan Pencegahan Rabies
- 28 Sep 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peringatan Hari Rabies Sedunia diperingati setiap 28 September untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit rabies dan pencegahannya.
- WHO mengusung tema 'Stronger Together' tahun ini yang menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam upaya pencegahan rabies secara global.
- Rabies adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang otak dan sistem saraf pusat manusia, dan dapat menular dari hewan terinfeksi kepada manusia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Hari Rabies Sedunia jatuh pada setiap 28 September untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit rabies. Tahun ini, World Health Organization (WHO) mengusung tema "Stronger Together” yang menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak mencegah rabies.
Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang otak serta sistem saraf pusat manusia. Penyakit ini dikategorikan sebagai zoonosis karena bisa menular dari hewan terinfeksi kepada manusia.
Penularan rabies biasanya terjadi melalui air liur hewan terinfeksi yang memasuki tubuh melalui cakaran atau gigitan. Hewan seperti anjing, kera, dan kucing bisa menjadi sumber penularan rabies kepada manusia.
Tidak semua gigitan anjing langsung berarti seseorang terinfeksi rabies, sebab risiko bergantung pada keadaan hewan tersebut. Walaupun begitu, setiap gigitan atau cakaran dari hewan berisiko harus tetap diperhatikan dan segera ditangani.
Gejala awal rabies bisa berupa sakit kepala, demam, lemas, dan rasa tidak nyaman pada bekas gigitan. Saat infeksi berkembang, penderita bisa mengalami kesulitan menelan, kebingungan, kejang, bahkan hingga kelumpuhan.
Salah satu gejala yang menandakan telah terinfeksi rabies adalah hidrofobia atau ketakutan berlebihan terhadap air karena gangguan menelan. Gejala berat juga bisa berupa produksi air liur berlebihan, halusinasi, kesulitan bernapas, serta kelumpuhan.
Rabies dinilai sangat berbahaya karena saat gejala klinis mulai muncul, penyakit tersebut hampir selalu berakhir fatal. Oleh karena itu, pencegahan perlu segera dilakukan sebelum virus bisa mencapai sistem saraf pusat.
Salah satu cara untuk mencegah rabies adalah dengan memberikan vaksinasi secara rutin kepada hewan peliharaan yang kamu miliki. Melansir WHO, vaksinasi anjing yang dilakukan secara massal merupakan langkah penting untuk menghentikan penularan penyakit rabies.
| Baca juga: Cuci Tangan Efektif Cegah Penyakit Menular |
Sebaiknya menghindari kontak dengan hewan liar atau hewan yang memiliki perubahan perilaku yang mencurigakan. Anak-anak juga harus diajarkan agar tidak mendekati atau mengganggu hewan tanpa ada pengawasan langsung dari orang dewasa.
Jika terlanjur tergigit hewan yang memiliki rabies, bersihkan luka secepatnya menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Sesudahnya, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Tenaga kesehatan juga bisa menentukan kebutuhan Profilaksis Pasca Pajanan (PEP) berdasarkan pada jenis serta tingkat paparan penyakit. PEP bisa meliputi vaksin rabies dan imunoglobulin yang disesuaikan dengan keadaan paparan dari penilaian medis.
Hari Rabies Sedunia mengingatkan kita bahwa pencegahan penyakit ini memerlukan peran masyarakat serta tenaga kesehatan. Vaksinasi hewan, edukasi, pengawasan, juga penanganan yang cepat bisa membantu mencegah kematian karena rabies. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....