Menkes Pastikan Siswi Korban Keracunan MBG Dirawat di RSCM

  • 14 Sep 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan siswi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Kabupaten Karo mendapat perawatan dokter terbaik di RSCM Jakarta.
  • Siswi tersebut diduga mengalami gangguan ingatan setelah mengonsumsi MBG selama menjalani perawatan medis.
  • Pembawa siswi ke RSCM adalah atas permintaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah kunjungannya ke Sumatera Utara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes)Budi Gunadi Sadikin memastikan siswi korban dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) mendapat perawatan dokter terbaik di RSCM Jakarta. Siswi asal Kabupaten Karo tersebut sebelumnya diduga mengalami gangguan ingatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis selama menjalani perawatan medis.

Menkes Budi mengatakan Febiona dibawa ke RSCM atas permintaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Permintaan tersebut disampaikan usai Wapres Gibran berkunjung ke Sumatera Utara.

“Kami memilih RSCM karena kemampuan dokter-dokternya jauh lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik. Karena itu, kami memastikan Febiona mendapat penanganan terbaik,” kata Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai awak media di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Menkes Budi mengatakan Febiona telah menjalani pemeriksaan sejumlah dokter spesialis untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi Febiona dan menentukan penanganan medis yang tepat sesuai hasil diagnosis dokter.

Febiona sudah diperiksa dokter spesialis anak, neurologi anak, penyakit dalam anak, serta psikiater anak. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya secara menyeluruh,” katanya.

Menkes Budi mengatakan Kementerian Kesehatan memanggil Ketua Kolegium Anak untuk menilai kondisi Febiona secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pemeriksaan pasien dilakukan secara komprehensif berdasarkan berbagai aspek medis.

“Kami juga memanggil Ketua Kolegium anak. Langkah ini dilakukan untuk melihat secara keseluruhan itu seperti apa,” ucap Menkes.

Budi mengatakan hasil pemeriksaan untuk menentukan diagnosis Febiona diharapkan diketahui dalam satu hingga dua hari ke depan ini. Diagnosis tersebut akan menjadi dasar penentuan penanganan medis selanjutnya oleh tim dokter yang menangani Febiona.

“Hasilnya paling tidak satu atau dua hari ke depan mengenai diagnosis pasien tersebut akan segera diketahui dokter. Tim dokter masih melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi pasien,” kata Menkes Budi menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....