Bebas Diare! Bio Farma Jelaskan Manfaat Vaksin Bayi Bio-RV

  • 09 Sep 2026 04:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • * PT Bio Farma resmi memperoleh Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM RI untuk vaksin rotavirus neonatal Bio-RV.
  • * Vaksin oral Bio-RV diberikan mulai usia 0–5 hari guna mencegah diare berat yang memicu 41–58 persen rawat inap balita.
  • * Dirut Bio Farma Shadiq Akasya dan Kepala BPOM Taruna Ikrar memastikan keamanan vaksin hasil riset kolaborasi global.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Bio Farma (Persero) akhirnya resmi memperoleh Nomor Izin Edar (NIE) vaksin rotavirus Bio-RV dari BPOM RI. Produk bioteknologi oral tersebut menyasar bayi usia 0–5 hari guna mencegah diare berat akibat gastroenteritis.

Dosis lanjutan diberikan pada usia 8–10 minggu serta 12–14 minggu untuk memperkuat kekebalan neonatal. Data Kemenkes mencatat infeksi rotavirus memicu 41 hingga 58 persen kasus rawat inap balita Indonesia.

Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya memaparkan kolaborasi lintas lembaga dalam memproduksi inovasi imunisasi mandiri. Secara proses sudah dilakukan dengan aturan yang ketat hingga akhirnya lahir vaksin tersebut.

“Bio-RV bukan hanya tentang hadirnya satu produk vaksin baru. Di balik pencapaian ini terdapat perjalanan panjang pengembangan ilmu pengetahuan, pengembangan proses, uji praklinis dan klinis, alih teknologi, registrasi, serta penyiapan manufaktur,"kata Shadiq dalam keterangan kepada RRI.co.id , Rabu, 9 September 2026.

"Seluruh proses tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi. Kolaborasi ini meliputi diantaranya peneliti, akademisi, industri, dan mitra global,” ujarnya.

Shadiq mengulas efektivitas pemberian imunisasi sejak fase awal kelahiran bayi untuk mendukung kedaulatan kesehatan nasional. Alih teknologi dilakukan bersama Murdoch Children’s Research Institute (MCRI) serta Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Yang ingin kami hadirkan adalah perlindungan sedini mungkin bagi anak-anak Indonesia, sekaligus memastikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menjamin keberlanjutan pasokan vaksin secara mandiri. Ini merupakan bagian dari kontribusi Bio Farma dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan kesehatan nasional,” ujar Shadiq.

PT Bio Farma secara resmi memperoleh NIE vaksin rotavirus Bio-RV dari BPOM RI pada 2 September 2026. Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan pentingnya ketersediaan vaksin dalam menekan angka kematian bayi akibat diare.

"Vaksin rotavirus ini telah melalui proses evaluasi yang saksama. Kita tahu bahwa rotavirus merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian pada bayi baru lahir, dengan fase paling rentan terjadi pada usia 1 hingga 1,5 bulan pertama. Dengan hadirnya vaksin Bio-RV yang dapat diberikan sejak dini, kita berharap angka kematian tersebut dapat diturunkan secara signifikan," kata Taruna.

Taruna menjamin proses percepatan evaluasi obat tetap mengedepankan standar pengawasan mutu Komite Nasional Penilai Obat. Pengujian klinis ketat dilaksanakan guna memastikan keamanan serta efektivitas imunisasi bagi masyarakat luas.

"Produk ini telah memenuhi berbagai standar uji klinis dan asesmen ketat oleh Komite Nasional Penilai Obat serta para ahli di BPOM. Kami berkomitmen untuk memastikan obat dan vaksin berinovasi tinggi, berkualitas, dan aman dapat diakses lebih cepat oleh masyarakat Indonesia, tanpa pernah menurunkan standar pengawasan kami sedikit pun," ucap Taruna.

Pengembangan vaksin RV3-BB berbasis strain neonatal pertama kali ditemukan oleh Profesor Ruth Bishop di Australia. Kemitraan internasional ini didukung oleh Gates Foundation, Universitas Airlangga, serta organisasi kesehatan global PATH.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....