Kemenkes Pastikan Stok Masker Aman Pascaerupsi Anak Krakatau

  • 08 Sep 2026 08:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan stok masker di produsen dan distributor mencukupi, meski harga meningkat di sejumlah toko pascaletusan Anak Krakatau.
  • Masyarakat diimbau membeli masker sesuai kebutuhan dan melaporkan dugaan penimbunan atau kenaikan harga tidak wajar.
  • Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muharwaman mengatakan, kelangkaan masker hanya terjadi di sejumlah penjual eceran.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan stok masker di produsen dan distributor mencukupi, meski harga meningkat di sejumlah toko pascaletusan Anak Krakatau. Masyarakat diimbau membeli masker sesuai kebutuhan dan melaporkan dugaan penimbunan atau kenaikan harga tidak wajar.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muharwaman mengatakan, kelangkaan masker hanya terjadi di sejumlah penjual eceran. Masyarakat diminta membeli masker sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

“Memang terjadi kenaikan harga di beberapa toko, baik offline maupun online. Namun, stok di tingkat produsen dan distributor masih mencukupi,” kata Aji Muharwaman saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Ia mengatakan, masyarakat dapat menggunakan masker medis apabila masker N95, KN95, KF94 atau jenis setara belum tersedia. Penggunaan masker harus dilakukan dengan cara yang benar agar perlindungan terhadap paparan abu vulkanik tetap optimal.

Kemenkes bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau ketersediaan, distribusi, serta harga masker di pasaran. Pemantauan difokuskan terutama pada wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Memang terjadi kenaikan harga di beberapa toko, tetapi stok masker produsen dan distributor masih mencukupi. Masyarakat kami imbau membeli sesuai kebutuhan, tidak melakukan panic buying, serta melaporkan dugaan penimbunan atau kenaikan harga,” katanya.

Lebih lanjut, Aji menegaskan Kemenkes telah mendistribusikan lebih dari 100 ribu masker N95 dan medis ke wilayah terdampak parah di Lampung. Distribusi juga mencakup ribuan kacamata goggle, obat-obatan, dan alat kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak di empat wilayah Indonesia.

Kemenkes berkoordinasi dengan produsen dan distributor untuk memastikan pasokan serta distribusi masker kepada masyarakat tetap berjalan lancar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kelangkaan masker dan menjaga ketersediaannya bagi masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik.

“Pelaku usaha kami imbau tidak melakukan penimbunan atau pembatasan pasokan yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga. Kami akan melakukan pembinaan dan pengawasan, serta memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggaran yang ditemukan di lapangan,” katanya.

Menurutnya, Kemenkes akan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha. Pelanggaran dapat dikenakan sanksi administratif maupun pidana, mulai dari peringatan hingga pencabutan perizinan berusaha sesuai tingkat pelanggaran.

“Jika menemukan dugaan penimbunan atau kenaikan harga masker tidak wajar, masyarakat dapat segera melaporkannya. Laporan dapat disampaikan melalui WhatsApp atau aplikasi Mobile Alkes untuk segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait,” ucap Aji mengungkapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....