Tips Sehat Hadapi Paparan Abu Vulkanik Anak Krakatau

  • 07 Sep 2026 11:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Erupsi Anak Krakatau memicu paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan dalam hitungan jam hingga berhari-hari.
  • Masyarakat dianjurkan menghindari aktivitas luar, memakai masker, dan menjaga kebersihan tubuh setelah terpapar abu.
  • Dokter Ngabila Salama mengingatkan segera berkonsultasi jika muncul sesak napas, iritasi, sakit kepala, atau diare berat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali terjadi dan abu vulkaniknya menyebar ke sejumlah wilayah. Badan Geologi menyebut abu terpantau menyebar ke Banten, Jawa Barat, Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu.

Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Dampak akut meliputi iritasi mata, kulit, sakit kepala, diare, batuk, pilek, bersin, hingga sesak napas.

Paparan berkepanjangan juga dapat memicu gangguan kesehatan kronis pada sejumlah organ tubuh. Gangguan tersebut antara lain masalah sirkulasi, hipertensi, penyakit jantung, gangguan hormon, hingga kesehatan mental.

Praktisi Kesehatan, Dokter Ngabila Salama, mengatakan masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah selama paparan abu. “Kalau terpaksa keluar rumah, anak usia di atas tiga tahun menggunakan masker KN95, KF94, atau N95,” katanya, dalam keterangan yang diterima RRI, Senin, 7 September 2026.

Masker perlu diganti setiap empat hingga delapan jam atau ketika sudah basah. Masyarakat juga dianjurkan memakai kacamata dan pakaian tertutup yang tetap nyaman digunakan.

Sesampainya di rumah, dokter Ngabila menyarankan segera berganti pakaian dan mencucinya untuk menghilangkan abu yang menempel. "Mandi bersih juga penting agar partikel abu tidak terus menempel pada tubuh," katanya, melanjutkan.

Masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan air putih sekitar tiga hingga empat liter setiap hari. Selain itu ia menyarankan penggunaan tetes mata steril jika mengalami iritasi dan pelembap ketika kulit terasa kering.

Konsumsi makanan bergizi tinggi protein juga diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh selama paparan abu. Untuk membersihkan abu, masyarakat dianjurkan menyiramnya menggunakan air dan tidak menyapu kering.

"Pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup untuk mengurangi masuknya abu vulkanik. Penggunaan AC, air purifier, atau filter HEPA juga dapat membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan," ucapnya.

Konsultasikan kondisi kesehatan segera jika mengalami sakit kepala atau diare berat, iritasi, maupun sesak napas. Kelompok berisiko tinggi sebaiknya mengutamakan layanan kesehatan daring dan pengantaran obat.

Kelompok tersebut mencakup bayi, balita, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit penyerta. Kewaspadaan penting karena aktivitas Anak Krakatau masih berpotensi mengalami erupsi susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....