KN95 atau N95, Mana yang Tepat Hadapi Abu Vulkanik?
- 06 Sep 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat mengganggu dan merusak saluran pernapasan jika terhirup oleh masyarakat.
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merekomendasikan penggunaan masker KN95 khusus untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel abu.
- Masyarakat yang terdampak harus menggunakan masker berkualitas tinggi saat melakukan aktivitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat mengganggu saluran pernapasan jika terhirup. Karena itu, masyarakat terdampak perlu menggunakan masker yang mampu menyaring partikel abu.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Ia secara khusus menyarankan penggunaan masker KN95 untuk melindungi saluran pernapasan.
“Kalau toh harus keluar, jangan lupa pakai masker. Utamakan memakai masker dengan tipe KN95,” ujar Budi melalui akun Instagram @bgsadikin.
Menkes juga meminta masyarakat tetap menggunakan perlindungan jika KN95 tidak tersedia. Menurutnya, menutup hidung dan mulut tetap penting ketika masyarakat terpaksa keluar rumah.
“Kalau tidak ada masker KN95, cari apapun masker yang ada atau setidak-tidaknya tutup hidung dan mulut,” katanya.
Secara umum, respirator seperti N95 dirancang untuk menyaring partikel di udara. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) secara khusus merekomendasikan respirator N95 untuk melindungi paru-paru dari paparan abu vulkanik.
CDC menjelaskan respirator N95 dapat digunakan saat berada di luar rumah atau ketika membersihkan abu vulkanik. Respirator tersebut juga harus terpasang rapat agar udara tidak masuk melalui celah di sekitar wajah.
Selain N95, KN95 termasuk respirator partikulat yang dibuat berdasarkan standar internasional. CDC menyebut respirator seperti KN95 dapat memberikan perlindungan terhadap partikel, meski standar sertifikasinya berbeda dengan N95.
Berbeda dengan respirator, masker kain dan masker sekali pakai memiliki perlindungan yang lebih terbatas terhadap partikel kecil. CDC menyebut respirator lebih protektif karena dirancang untuk menyaring partikel sekaligus memiliki kemampuan menempel lebih rapat.
Karena itu, masyarakat sebaiknya memilih respirator yang sesuai dan memastikan penggunaannya menutup hidung serta mulut. Jika memungkinkan, penggunaan N95 atau KN95 menjadi pilihan ketika harus berada di tengah paparan abu vulkanik.
Namun, masker bukan alasan untuk tetap beraktivitas di luar saat abu sedang pekat. CDC tetap menyarankan masyarakat mengurangi paparan dengan berada di dalam ruangan dan menutup pintu serta jendela.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa respirator partikulat tidak menyaring gas atau uap beracun. Perlindungan terbaik tetap dilakukan dengan mengurangi paparan dan mengikuti arahan pemerintah selama erupsi berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....