Abu Anak Krakatau Menyebar, Menkes Minta Warga Lakukan Hal Ini
- 06 Sep 2026 14:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat tidak panik dan menyampaikan tiga langkah penting melindungi kesehatan dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Imbauan disampaikan melalui akun Instagram pribadi @bgsadikin pada Minggu, 6 September 2026 untuk menjangkau masyarakat luas secara langsung.
- Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama abu vulkanik masih tersebar sebagai upaya pencegahan dampak kesehatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Budi menyampaikan tiga langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat terdampak abu vulkanik.
Imbauan tersebut disampaikan Budi melalui akun Instagram pribadinya @bgsadikin, Minggu, 6 September 2026. Ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama abu vulkanik masih tersebar.
Pertama, masyarakat diminta melindungi saluran pernapasan. Budi mengimbau warga tetap berada di dalam rumah agar tidak menghirup udara yang tercemar abu.
“Kalau pun harus keluar, jangan lupa pakai masker. Utamakan memakai masker dengan tipe KN95,” ujar Budi.
Penggunaan masker bertujuan menutup hidung dan mulut dari paparan partikel abu vulkanik. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak panik selama kondisi berlangsung.
“Kalau tidak ada masker KN95, cari apapun masker yang ada. Setidak-tidaknya tutup hidung dan mulut anda kalau kita terpaksa harus keluar dari rumah,” ucapnya
Kedua, masyarakat diminta melindungi mata dari paparan abu vulkanik. Budi mengatakan partikel kecil dalam abu dapat mengganggu kesehatan mata.
Karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan kacamata. Perlindungan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko partikel abu masuk dan mengiritasi mata.
“Abu ini ada partikel-partikel kecilnya yang bisa membuat mata kita jadi terganggu. Oleh karena itu, kalau yang punya kacamata, pakailah kacamata kalau kita harus keluar,” katanya.
Ketiga, masyarakat diminta berhati-hati saat membersihkan abu vulkanik. Budi mengingatkan agar abu tidak langsung disapu ketika kondisinya masih kering.
“Kalau kita mau membersihkan abu, jangan disapu saat kering. Harus abunya disemprot dulu dengan air agar basah supaya abunya tidak terbang kemana-mana saat kita bersihkan,” ujarnya.
Abu sebaiknya disemprot atau dibasahi menggunakan air terlebih dahulu. Setelah lembab, abu baru dibersihkan agar partikelnya tidak kembali beterbangan.
Budi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi tersebut. “Sekali lagi, jangan panik,” kata Budi.
Ia mengatakan Kementerian Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG. Koordinasi dilakukan untuk memberikan informasi terbaru mengenai kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat.
Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah selama sebaran abu vulkanik berlangsung. Langkah tersebut penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko akibat paparan abu vulkanik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....