Wamenkes Ungkap Tanda Awal Gangguan Kesehatan Jiwa
- 05 Sep 2026 06:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebutkan tanda-tanda awal gangguan kesehatan jiwa yang penting dikenali yaitu gangguan pola tidur, perubahan emosi, kecemasan berlebihan, dan menarik diri dari lingkungan.
- Gangguan pola tidur merupakan salah satu tanda fisik paling sering muncul pada gangguan kesehatan jiwa dan perlu diperhatikan jika berlangsung secara terus-menerus.
- Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap tanda-tanda awal gangguan kesehatan jiwa untuk penanganan lebih dini dan pencegahan yang lebih baik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan sejumlah tanda awal gangguan kesehatan jiwa yang perlu dikenali masyarakat untuk ditangani. Ia mengatakan gangguan pola tidur, perubahan emosi, kecemasan berlebihan, dan menarik diri dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Dante mengatakan, salah satu tanda yang paling sering muncul secara fisik adalah gangguan pola tidur. Kondisi tersebut perlu diperhatikan apabila berlangsung secara terus-menerus.
“Yang muncul dalam bentuk fisik itu yang paling sering ada gangguan pola tidur. Nah, kalau tidurnya sudah keganggu, sudah susah tidur, nah hati-hati. Coba introspeksi diri, kata Dante Sakaono Harbuwono dalam Media Briefing Kesehatan Jiwa di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Dante menjelaskan gangguan kesehatan berulang, tubuh lemas, dan perubahan berat badan signifikan dapat menjadi tanda fisik gangguan kesehatan jiwa. Dari sisi emosi, gangguan kesehatan jiwa ditandai perubahan suasana hati, mudah tersinggung, kecemasan berlebihan, serta kehilangan minat.
“Kemudian cemas berlebihan, cemas berlebihan ini sebenarnya overthinking. Jadi panik segala macam, gelisah,” kata Dante.
Menurut Dante, masyarakat perlu memperhatikan apabila gejala tersebut berlangsung secara konsisten selama dua minggu. Kondisi itu perlu segera diidentifikasi dan mendapatkan penanganan yang tepat.
“Tapi dalam dua minggu cut off-nya. Kalau sewaktu-waktu ya namanya hidup, ya kadang depresi, cemas, susah tidur. Tapi kalau ini berlangsung dua minggu, maka harus cepat-cepat diidentifikasi, mulai cari teman bicara, dan cari tenaga ahli terlibat yang memang bisa menenangkan,” ujarnya.
Selain itu, Dante mengatakan tanda gangguan kesehatan jiwa dapat terlihat dari perilaku menarik diri, sulit berkonsentrasi, serta perubahan pola bicara dan aktivitas. Ia menegaskan gangguan kesehatan jiwa tidak selalu terlihat secara fisik sehingga masyarakat perlu lebih peka.
“Jangan tunggu sampai krisis. Gejala yang muncul sejak awal harus ditangani agar tidak berkembang menjadi krisis,” ujar Dante menjelaskan.
Kementerian Kesehatan terus mendorong deteksi dini gangguan kesehatan jiwa melalui berbagai layanan, salah satunya Cek Kesehatan Gratis. Skrining kesehatan jiwa juga tersedia melalui aplikasi SATUSEHAT menggunakan kuesioner Self Reporting Questionnaire atau SRQ-20.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....