Layanan Kesehatan Pascagempa di NTT Kembali Beroperasi dalam Dua Pekan
- 29 Agt 2026 14:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan seluruh fasilitas kesehatan terdampak gempa kini kembali beroperasi melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
- Pelayanan kesehatan tetap berjalan meski sebagian fasilitas menggunakan tenda darurat karena gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah.
- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut fasilitas kesehatan terdampak gempa telah kembali beroperasi dalam waktu kurang dari dua minggu.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan memastikan seluruh fasilitas kesehatan terdampak gempa kembali beroperasi melayani masyarakat. Pemulihan dilakukan kurang dari dua minggu meski gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pelayanan kesehatan tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagian fasilitas masih menggunakan tenda darurat karena kondisi bangunan belum sepenuhnya aman.
“Fasilitas kesehatan yang terdampak harus segera dioperasikan. Sekarang, setelah satu minggu memasuki minggu kedua, semuanya sudah beroperasional,” kata Dante dalam keterangan pers, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Dante menjelaskan pelayanan sementara dilakukan di luar gedung untuk mengantisipasi gempa susulan. Kondisi tersebut membuat masyarakat dan tenaga kesehatan khawatir menggunakan bangunan fasilitas kesehatan.
“Karena gempa masih terjadi, masyarakat dan tenaga kesehatan khawatir masuk gedung. Kemenkes menyiapkan tenda kesehatan untuk pelayanan di luar gedung, baik puskesmas maupun rumah sakit,” ujarnya.
Pemulihan layanan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Kemenkes bekerja sama dengan BNPB, Kementerian Sosial, Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
“Kurang dari dua minggu, Kementerian Kesehatan bersama BNPB telah memberikan bantuan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Upaya tersebut dilakukan berkoordinasi dengan berbagai pihak di lapangan,” katanya.
Dante memastikan, seluruh fasilitas kesehatan terdampak kini kembali berfungsi meski sebagian pelayanan masih berlangsung di tenda. Penggunaan fasilitas sementara dilakukan hingga kondisi bangunan dinilai aman bagi tenaga kesehatan dan masyarakat.
Selanjutnya, Kemenkes bersama Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan pemeliharaan dan pembangunan kembali fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan dapat kembali berlangsung secara optimal.
“Pemeliharaan fasilitas kesehatan bencana dan pembangunan kembali tempat yang retak masih kita susun. Kami susun perencanaannya bersama PUPR,” ujar Dante.
Pemulihan fasilitas kesehatan diharapkan dapat memperkuat pelayanan masyarakat terdampak gempa. Pemerintah juga terus memantau kondisi wilayah untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia selama proses pemulihan pascabencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....