Kenali Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Menambah Risiko Skoliosis

  • 27 Agt 2026 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Skoliosis adalah kelainan tulang belakang dengan lengkungan berbentuk C atau S yang dapat berkembang tanpa disadari, terutama saat masa pertumbuhan.
  • Kondisi skoliosis lebih sering ditemukan pada anak usia 10 hingga 15 tahun, meskipun dapat dialami oleh siapa saja.
  • Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi posisi tulang belakang dan memperburuk kelengkungan yang sudah terjadi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Skoliosis dapat memengaruhi postur tubuh dan sering berkembang tanpa disadari, terutama saat masa pertumbuhan. Beberapa kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi posisi tulang belakang dan memperburuk kelengkungan yang sudah terjadi.

Melansir dari Kementerian Kesehatan, skoliosis merupakan kelainan tulang belakang dengan lengkungan menyerupai huruf C atau S. Kondisi tersebut dapat dialami siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada anak usia 10 hingga 15 tahun.

Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah membawa tas atau barang berat dengan beban tidak seimbang. Kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh condong ke satu sisi dan berpotensi memperburuk kondisi tulang belakang.

Selain itu, kebiasaan duduk dengan posisi miring dan membungkuk dapat membuat tubuh tidak sejajar dalam waktu lama. Melansir Kementerian Kesehatan, posisi duduk yang tidak lurus dan dilakukan berulang dapat memengaruhi bentuk tulang belakang.

Duduk dengan posisi tubuh tidak seimbang juga perlu diperhatikan, termasuk ketika terdapat benda keras di salah satu saku belakang. Posisi duduk yang tidak rata dapat membuat salah satu sisi tubuh lebih tinggi sehingga memengaruhi kesejajaran tubuh.

Mengerjakan aktivitas sambil tengkurap juga termasuk kebiasaan yang perlu dikurangi karena membuat posisi punggung dan leher tidak ideal. Posisi tersebut dapat mengganggu bentuk tulang belakang apabila dilakukan secara terus-menerus.

Meski demikian, kebiasaan sehari-hari bukan satu-satunya faktor yang berkaitan dengan munculnya skoliosis. Melansir dari Alodokter, sebagian besar kasus skoliosis termasuk idiopatik sehingga penyebab pastinya belum diketahui secara jelas.

Skoliosis juga dapat berkaitan dengan faktor bawaan, genetik, gangguan saraf dan otot, cedera, infeksi, atau perubahan tulang belakang. Karena itu, munculnya skoliosis tidak dapat langsung disimpulkan hanya akibat kebiasaan duduk atau membawa barang.

Gejala skoliosis dapat terlihat melalui bahu atau pinggul yang tidak sejajar, tulang belikat menonjol, atau tubuh tampak miring. Keluhan lain yang mungkin muncul meliputi nyeri punggung, kaki terasa lemah, hingga gangguan pernapasan pada kondisi tertentu.

Penerapan postur tubuh yang baik, aktivitas fisik, nutrisi seimbang, serta deteksi dini dapat membantu menjaga kesehatan tulang belakang. Jika ditemukan perubahan postur atau keluhan yang menetap, pemeriksaan tenaga medis diperlukan untuk mengetahui kondisi dan penanganannya. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....