Kesehatan

Waspada Virus Demam Babi ASF

Oleh: Setiadi Editor: Syarbani 19 Jun 2023 - 18:29 Toli Toli
Waspada Virus Demam Babi ASF
Waspada Virus Demam Babi ASF

KBRN,Tolitoli: Virus Demam babi atau African Swine Fever masih menjadi momok bagi Peternak di wilayah Parigi Moutong, sebab dampak dari wabah tersebut sangat merugikan peternak, dengan durasi penyebaran yang cepat juga tingkat kematian 100 persen.

Sejak mewabahnya Virus Demam babi African Swine Fever, Peternak di empat wilayah Kecamatan di Parigi Moutong mengakui sangat mengalami kerugian, dengan tingkat kematian 100% jika sudah terinfeksi, tidak ada langkah lain selain memusnahkan ternak yang terpapar, agar tidak terjadi penyebaran yang lebih luas.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Parigi Moutong Normawati M. Said mengemukakan, sebelumnya wabah virus ASF ini telah lebih dulu menyerang Peternakan Babi di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti di Papua dan Manado, sehingga Langkah yang diambil oleh Pemda Parigi Moutong saat ini yakni mengeluarkan Edaran dan Himbauan untuk Larangan Lalu Lintas Ternak antar wilayah Kecamatan, yang telah disosialisasikan oleh masing-masing Kepala Wilayah Kecamatan di dukung oleh Petugas kepolisian yang bertugas di masing-masing Desa dan Kecamatan, khususnya di wilayah yang baru-baru ini terdampak wabah virus ASF.

“Belum adanya vaksin atau obat bagi ternak babi yang telah terpapar virus ini menyebabkan tingkat Kematian hingga 100%, jadi bagi Masyarakat yang ingin melanjutkan usaha ternaknya pasca wabah ini, ada sejumlah prosedur yang harus dilakukan, yakni sterilisasi kandang atau dengan cara pembuatan Kandang baru, sebab untuk kandang yang sebelumnya terdapat ternak yang terpapar wajib untuk dikosongkan dan dilakukan penanganan ekstra melalui penyemprotan Disinfektan”, ungkap Normawati M. Said.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan parigi Moutong ini juga menghimbau bagi Masyarakat yang ternaknya terdampak wabah ASF, terutama bagi ternak yang mati harus dikuburkan dan tidak dibuang ke sungai atau laut, sebab akan berisiko lebih tinggi bagi ternak babi lainnya, dan juga akan berdampak bagi lingkungan.Senin, (19/06/2023).