Kesehatan

Tinjau Lokus Stunting di Beltim, Suganda : Pendidikan Rendah Pemicu Utama

Oleh: Ivansona Alhamd Editor: Bustomi Achmad 15 Jun 2023 - 15:04 Sungailiat
Tinjau Lokus Stunting di Beltim, Suganda : Pendidikan Rendah Pemicu Utama
Pj Gubernur Kep. Babel, Suganda P Pasaribu & Bupati Beltim, Burhanudin saat kunjungi lokus stunting

KBRN, Belitung Timur : Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat menjadi pemicu kasus stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pendidikan rendah berimbas pada meningkatnya perkawinan usia anak dan pola asuh yang salah.

Bahkan di rata-rata nasional tingkat pendidikan warga Bangka Belitung masih cukup rendah.

Hal ini dikatakan Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu saat meninjau lokus stunting atau rumah warga yang terindikasi gizi buruk di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur.

"Jadi stunting di kita ini anomali ya. Kita kan selalu dengar bahwa warga stunting kekurangan asupan gizi dan sebagainya, tapi beberapa hal setelah kita lihat di lapangan tadi, bahwa dari sisi ekonomi berasal dari keluarga mampu, artinya ada pola asuh yang keliru," kata Suganda, Kamis (16/5/2023).

Pemerintah Kepulauan Bangka Belitung menargetkan angka stunting di tahun 2023 ini akan turun sesuai target nasional yakni di angka 14 persen. Saat ini angka stunting di Bangka Belitung masih mencapai 18,5 persen.

"Target kita mengikuti secara nasional, yakni 14 persen. Sekarang kita masih 18 persen," ujar Suganda.

Untuk strategi penurunan stunting, Pemprov Babel sudah menggandeng seluruh stakeholder, baik kader posyandu, perangkat di tingkat desa, hingga kecamatan dan kabupaten. Para pemangku kepentingan ini dihimbau untuk terus melakukan pendampingan terhadap keluarga stunting.

"Selain dengan pemberian tambahan makanan dengan asupan gizi, kita juga menggelar pelatihan-pelatihan. Nah pelatihan-pelatihan inilah yang akan merubah pola pikir generasi kita,” ujar Suganda. (@2!/Van)


Sumber : Diskominfo Belitung Timur