Yayasan UHN Berencana Bangun Rumah Sakit 17 Lantai di Kota Medan
- 19 Jun 2026 08:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Yayasan Universitas HKBP Nommensen berencana mendirikan rumah sakit pendidikan tipe A setinggi 17 lantai di Kota Medan.
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan fasilitas kesehatan berskala internasional tersebut.
- Pembangunan rumah sakit bertaraf internasional ini bertujuan menekan jumlah pasien dalam negeri yang berobat ke luar negeri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) berencana membangun rumah sakit pendidikan setinggi 17 lantai di Kota Medan. Fasilitas pelayanan kesehatan berskala internasional tersebut dirancang memiliki kapasitas kamar mencapai 400 tempat tidur.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungannya terhadap pembangunan rumah sakit tipe A itu. Ia berharap penyediaan layanan kesehatan tersebut dapat menyesuaikan kebutuhan lapangan guna menghindari kondisi overpricing.
Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus menyambut baik rencana pembangunan rumah sakit tersebut. Lembaga pendidikan tinggi Universitas HKBP Nommensen saat ini memang telah memiliki Fakultas Kedokteran sendiri.
"Hal ini diharapkan bisa lebih mendukung program kesehatan secara nasional dan merupakan sebuah langkah konkrit mengurangi ‘ketergantungan’ orang Indonesia untuk berobat ke negara tetangga," kata Benny.
Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon menemui Menteri Kesehatan RI. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta pada hari Kamis, 18 Juni 2026.

"Mendukung program Pemerintah Republik Indonesia di bidang kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, serta penguatan pendidikan kedokteran, Yayasan Universitas HKBP Nommensen berencana mendirikan Nommensen International Hospital di Kota Medan," kata Effendi.
Rumah sakit ini diproyeksikan menjadi pusat pendidikan tipe A untuk menyokong pelayanan medis nasional. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu menyokong pengembangan riset serta kompetensi tenaga medis dalam negeri.
Upaya strategis ini juga bertujuan menekan jumlah masyarakat yang berobat ke Penang atau Singapura. Pasien asal Indonesia nantinya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar demi mendapatkan pengobatan luar negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....