Kementan: Konsumsi Susu Rakyat Indonesia Masih Rendah
- 17 Jun 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) bila rakyat Indonesia masih rendah dalam mengkonsumsi susu
- Kandungan protein hewani hewani dalam tubuh khususnya anak-anak masih belum maksimal
RRI.CO.ID, Tangerang - Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) bila rakyat Indonesia masih rendah dalam mengkonsumsi susu. Alhasil, kandungan protein hewani hewani dalam tubuh khususnya anak-anak masih belum maksimal.
"Ya, jadi konsumsi minum susu kita di Indonesia itu masih cukup kecil. Kita 16,8 kg atau setara dengan 17,8 liter per kapita per tahun," ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda di NICE PIK2, Kabupaten Tangerang, Selasa 16 Juni 2026.
Artinya, sambung Agung, kalau dirata-ratakan, setiap hari orang Indonesia itu minum susu hanya satu sendok. "Kita urutan ketujuh dari negara di Asia Tenggara," ucapnya.
Jadi, lanjutnya, tidak heran bila masyarakat Indonesia masih kalah main bolanya, karena konsumsi susu masih di urutan ketujuh. Masih sekitar 16,8 kg per kapita per tahun.
"Nah, dengan program BMG (Makan Bergizi Gratis, Red) yang didalamnya ada minum susu. Dengan terus kita sosialisasikan gerakan minum susu, daging, telur, ini terus mendorong agar konsumsi per kapita anak-anak kita itu jauh lebih tinggi, jauh lebih meningkat," kata dia.
"Kita tidak boleh kalah dari negara Vietnam yang saat ini sudah 25 kg per kapita per tahun, bahkan lebih. Begitupun Malaysia, Singapura, Brunei," tambahnya.
Dia menuturkan tadi sama-sama mengikuti acara sosialisasi SDTI 2026, yaitu rangkaian sosialisasi untuk mengonsumsi susu, daging, telur dan ikan. Jadi, acara SDTI 2026 ini merupakan rangkaian acara pada Indo Livestock Expo dan Forum 2026 yang diselenggarakan di NICE PIK2.
"Dan sosialisasi ini tentu sangat penting karena merupakan ajang untuk terus memberikan edukasi dan juga sosialisasi kepada masyarakat. Khususnya anak-anak kita, untuk terus mengonsumsi protein hewani susu, daging, telur dan ikan," ujarnya.
Karena, masih menurut Agung, semua tahu kandungan gizi sangat baik untuk pertumbuhan, untuk kecerdasan dan juga tentu untuk menghasilkan kualitas anak-anak Indonesia. Sebagai generasi-generasi penerus bangsa, menuju Indonesia Emas 2045.
"Tadi kita secara simbolis dengan anak-anak mengonsumsi susu, daging, telur, dan ikan. Ini adalah campaign yang terus kita lakukan eh setiap ada kesempatan untuk mengingatkan seluruh orang tua di Indonesia," kata Agung.
Diketahui, Kementan menyatakan bila saat ini Indonesia telah sukses swasembada domba dan kambing. Pernyataan itu dilayangkan dalam acara Indo Livestock Expo & Forum di NICE PIK2, Kabupaten Tangerang, Selasa 16 Juni 2026.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda mengaku hal tersebut tercermin dari impor daging domba dan kambing. Jumlahnya saat ini tercatat di bawah angka 10 persen.
“Saat ini Indonesia bisa kita declare kita sudah swasembada daging domba dan kambing. Kenapa? Karena impor kita sudah berada di bawah 10 peesen dari kebutuhan nasional, bahkan kita terus kurangi,” ujarnya.
Kendati demikian, Agung mengaku selama enam bulan di 2026 ini, pemerintah masih membuka impor daging domba dan kambing. Syaratnya yang memiliki kualitas premium dengan jumlah di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional.
“Jadi Indonesia disamping sudah swasembada daging ayam dan telur, kita juga sekarang sudah swasembada untuk domba dan kambing. Kita sedang mendorong ekspor dan teman-teman nanti akan menyaksikan bagaimana para pengusaha kita di Indonesia sudah melakukan butchering system sehingga daging domba/kambing jenis apapun bisa dihasilkan di dalam negeri,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....