Menkes Sebut Polusi Udara Sumbang Penyakit Paru Tertinggi

  • 05 Apr 2023 05:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Polusi udara menjadi penyumbang tertinggi penyakit paru yakni mencapai sekitar 15-30 persen. Fakta ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (5/4/2023).

"Sejumlah penyakit respirasi yang diakibatkan polusi udara dengan prevalensi tinggi. Polusi udara jadi penyumbang terbanyak dengan 15-30 persen," kata Menkes.

Menurut dia, ada empat faktor resiko penyakit paru yakni polusi udara, riwayat merokok, infeksi berulang, dan faktor genetik. Dalam hal ini, Kemenkes mendorong upaya primotif dan prefentif untuk mencegah masyarakat mengalami dampak dari polusi udara.

"Kita berharap anak-anak kita, generasi masa depan tetap dapat menghirup udara segar. Tidak hanya itu, kita juga berharap anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," ujar Menkes Budi Gunadi.

Ia mengungkapkan, penyakit respirasi memberikan tekanan pada anggaran BPJS untuk menanggung biaya pengobatan penyakit akibat polusi udara. Faktor risiko polusi udara terhadap penyakit respirasi ini pun cukup tinggi.

"Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) memiliki risiko 36,6 persen, pneumonia 32 persen. Selain itu, penyakit asma 27,95 persen, kanker paru 12,5 persen, dan tuberkulosis 12,2 persen," ungkap Budi.

Berdasarkan data Global Burden Diseases 2019 Diseases and Injuries Collaborators, terdapat lima penyakit respirasi penyebab kematian tertinggi di dunia, yakni PPOK, pneumonia, kanker paru, tuberkulosis, dan asma.

Data tersebut menunjukkan PPOK memiliki jumlah 209 kejadian dengan 3,2 juta kematian, Pneumonia 6.300 kejadian dengan 2,6 juta kematian. Selain itu, penyakit kanker paru 29 kejadian dengan 1,8 juta kematian, tuberkulosis 109 kejadian dengan 1,2 juta kematian, dan asma 477 kejadian dengan 455 ribu kematian.

Sementara di Indonesia, dari 10 penyakit dengan kasus terbanyak per 100 ribu penduduk, empat di antaranya merupakan penyakit respirasi. Antara lain PPOK 145 kejadian dengan 78,3 ribu kematian, kanker paru 18 kejadian dengan 28,6 ribu kematian, pneumonia 5.900 kejadian dengan 52,5 ribu kematian, dan asma 504 kejadian dengan 27,6 ribu kematian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....