RSCM Operasikan Gedung Layanan Terintegrasi Kanigara

  • 03 Mar 2023 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meresmikan gedung baru Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Jumat (3/3/2023). Gedung ini merupakan pusat pengembangan Layanan Transplantation Center, Layanan Advanced Diabetes Center yang merupakan Layanan Pusat Pengampu (Diabetes Mellitus, Uronefro, dan Gastro Hepato).

Kemudian juga untuk layanan bedah, dan layanan Intensif Care Unit (ICU) yang terpusat. Menkes mengatakan, pembangunan gedung ini mangkrak selama 11 tahun.

"Tentu saja karena persoalan anggaran yang sulit diperhitungkan dengan persis. Sehingga tidak sesuai dari tahun ke tahun," kata Menkes.

"Karena waktu itu anggarannya tidak dihitung dengan persis, tepat, jadi yang dikeluarin anggarannya kemudian tidak sesuai tahun depannya tidak dapet anggaran lagi. Semoga ke depannya jangan terjadi lagi," katanya, menambahkan.

Oleh karena itu, Menkes memutuskan gedung tersebut dibangun cepat. Sehingga hanya memakan waktu 4 bulan saja.

"Memang dari 12 lantai baru 8 lantai dibangun masih ada sisanya 4 lantai lagi kita selesaikan semua agar pelayanan bisa dilakukan dengan baik dan saat iini sudah beroperasi. Saya tadi lihat ruang ICU sudah dipakai, dan rencananya ada 36 ruang operasi dan 18 sudah selesai dan bisa pakai BPJS Kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti mengaku bersyukur gedung yang sudah lama mangkrak tersebut akhirnya dibangun. Sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Suatu kebanggaan bagi kami bahwa para pemimpin kami, Bapak Menteri (Menkes), Ibu Menteri (Menkeu) terketuk hatinya dan memberikan pada kami kemudahan. Untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat," kata Lies, terharu.

Dia mengatakan, RSCM memiliki tanggung jawab besar. Hal itu karena sebanyak 4.200 orang sudah mengantre untuk dioperasi di RSCM dengan berbagai keluhan.

Dia berharap dengan adanya gedung Kanigara ini, maka masa tunggu pasien untuk dilakukan operasi dapat lebih cepat. "Kami sudah menghitung, dengan tambahan 36 kamar operasi, 102 ICU maka kami bisa merilis 4 ribu pasien tersebut dalam waktu 14 bulan," ujarnya.

"Memang cukup lama. Tapi ada harapan bagi mereka untuk mendapat layanan di RSCM," ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan APBN memberikan dukungan kepada RSCM senilai Rp348,7 miliar. Dukungan ini untuk mewujudkan pelayanan rumah sakit bertaraf internasional.

"RSCM adalah referal pusat, dia adalah the ultimate rumah sakit yang sangat menentukan. Sekaligus juga menunjukkan seberapa mampu Indonesia sebagai sebuah bangsa negara memiliki sebuah rumah sakit referal yang bisa diandalkan", ujar Menkeu.

Menurutnya, RSCM Kanigara ini adalah sebuah gedung pusat pengembangan layanan Transplantation Center, Advanced, Diabetes Center (layanan pusat pengampu diabetes mellitus, uronefro, dan gastro hepato). Kemudian layanan Bedah, dan Layanan Intensive Care Unit (ICU) yang terpusat.

"RSCM adalah referal pusat, dia adalah the ultimate rumah sakit yang sangat menentukan. Sekaligus juga menunjukkan seberapa mampu Indonesia sebagai sebuah bangsa negara memiliki sebuah rumah sakit referal yang bisa diandalkan," ujarnya.

Ke depan, dia memastikan sangat mendukung pembangunan sistem kesehatan di Indonesia. Serta jaringan rumah sakit yang dapat diandalkan dan dibanggakan seperti yang dilakukan RSCM.

"Tentu seluruhnya harus direncanakan dan dikelola dengan baik. Well governed, well planned, and well executed," ucapnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....