Dekan FK Untag Surabaya, Ahli Bedah Penyelamat Kembar Siam

  • 17 Mar 2025 13:13 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Fakultas Kedokteran (FK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengadakan sesi berbagi ilmu melalui Instagram Live pada Jumat, 14 Maret 2025. Dalam acara ini, FK Untag menghadirkan dr. Poerwadi, Sp.B, Sp.BA (K), seorang spesialis bedah anak sekaligus Dekan FK Untag Surabaya, untuk membahas tema “Operasi Ratusan Bayi Kembar Siam di Indonesia.”

Sebagai anggota Persatuan Dokter Spesialis Bedah Anak Indonesia (PERBANI), dr. Poerwadi rutin menangani pasien di RS Darmo dan RS Al-Irsyad Surabaya. Dalam sesi ini, ia berbagi pengalaman selama puluhan tahun menangani kembar siam dan perjalanan panjangnya sebagai dokter bedah anak.

“Menjadi dokter bedah anak bukan sekadar profesi, ini panggilan hati. Anak-anak adalah amanah yang harus diselamatkan,” ujar dr. Poerwadi. Ia menegaskan bahwa tugas dokter tidak hanya mengobati pasien, tetapi juga mengembalikan harapan bagi keluarga mereka.

Sebagai Dekan FK Untag Surabaya, dr. Poerwadi memilih bergabung dengan institusi ini karena visinya sejalan dengan nilai-nilai patriotisme.

“Saya ingin mencetak dokter yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat pengabdian terhadap bangsa,” tuturnya.

Selama kariernya, dr. Poerwadi telah menangani sekitar 144 kasus kembar siam, dari bayi yang baru lahir hingga kondisi kritis. Ia juga aktif mengedukasi masyarakat agar lebih siap menghadapi kemungkinan kelahiran bayi kembar siam.

“Tidak semua bayi kembar siam tak bisa diselamatkan. Keberhasilan bergantung pada kesiapan tim medis dan dukungan keluarga,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa pasien yang pernah ia tangani kini telah tumbuh dewasa, bahkan ada yang menikah dan memiliki anak. Menurutnya, kembar siam bisa dideteksi sejak usia kehamilan 18 hingga 24 minggu melalui ultrasonografi (USG). “Pemeriksaan ini membantu dokter mengidentifikasi apakah organ bayi saling terhubung dan menentukan langkah medis yang diperlukan,” ujarnya.

Untuk memperdalam keahlian, dr. Poerwadi tidak hanya belajar di dalam negeri, tetapi juga menimba ilmu di Belanda, Jepang, dan China. Ia terus memperbarui pengetahuannya agar dapat menangani kasus-kasus sulit dengan metode terbaik.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah operasi bayi kembar siam di Batam. “Saat itu, sang ayah mengenakan kaus bertuliskan ‘Selamat Menjalankan Operasi Kembar Siam.’ Itu menjadi doa sekaligus dukungan yang sangat berarti bagi kami,” kenangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kembar siam terjadi akibat dua embrio yang gagal terpisah sempurna. Faktor genetik dan kelainan dalam pembelahan sel menjadi penyebab utama.

“Ibu hamil perlu menjaga asupan nutrisi, seperti vitamin B6 dan protein, untuk mendukung perkembangan janin,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....