Dampak Begadang Saat Puasa

  • 09 Mar 2025 10:03 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Sibolga : Program SPADA Pro 2 RRI Sibolga pada Minggu (9/3/2025) membahas pengaruh begadang atau kurang tidur selama berpuasa. Dr. Mayang Gendis, tenaga medis dan ahli gizi, menyampaikan materinya melalui pesan singkat seluler.

Dr. Mayang menjelaskan bahwa tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga keseimbangan energi selama berpuasa. Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh mudah lemas, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan daya tahan tubuh.

Begadang juga dapat mengganggu ritme sirkadian yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Jika pola tidur tidak teratur, tubuh akan sulit beradaptasi dengan perubahan jadwal makan saat Ramadan.

Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang berhubungan dengan stres. Stres yang berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan menyebabkan rasa lapar berlebihan saat siang hari.

Dr. Mayang menyarankan agar masyarakat mengatur pola tidur dengan tidur lebih awal di malam hari. Tidur minimal enam hingga delapan jam sehari dapat membantu tubuh tetap segar saat menjalani puasa.

Jika perlu begadang, sebaiknya mengganti waktu tidur dengan tidur siang selama 20 hingga 30 menit. Tidur singkat ini dapat membantu mengembalikan energi tanpa mengganggu kualitas tidur malam.

Kurang tidur juga berisiko menyebabkan gangguan pencernaan dan metabolisme yang lambat. Hal ini dapat berdampak pada penyerapan nutrisi yang kurang optimal saat sahur maupun berbuka puasa.

Selain itu, begadang sering kali disertai konsumsi makanan tidak sehat seperti camilan tinggi gula atau gorengan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan serta meningkatkan risiko penyakit metabolik.

Diakhir pesan singkat nya, dr. Mayang mengajak masyarakat untuk menjaga pola tidur yang baik selama Ramadan. Dengan istirahat yang cukup, tubuh tetap bugar, ibadah puasa lebih lancar, dan kesehatan lebih terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....