Kasus TBC Tinggi, Maluku Masih Kekurangan Dokter Spesialis Paru dan Radiologi
- 12 Des 2024 12:58 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Tingginya kasus Tuberkulosis (TBC) di Maluku, tidak diimbangi dengan jumlah dokter Spesialis Paru dan dokter Spesialis Radiologi di daerah ini.
Dokter Spesialis Paru, dr. Yanita Novalina Ursula dari Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Maluku dalam dialog Aspirasi Maluku di programa I RRI Ambon pada Rabu (11/12/2024) menyebut, saat ini provinsi Maluku baru memiliki 10 dokter Spesialis Paru, dan tersebar di 7 Kabupaten/Kota yakni di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru.
Sementara 4 kabupaten kota lain, yakni Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Maluku Barat Daya belum memiliki dokter Spesialis Paru.
"Jadi di Maluku ini masih kurang dokter Spesialis Paru, sehingga belum semua rumah sakit itu ada dokter Spesialis Paru,"kata dr. Nova.
Kendati demikian, dr. Nova menghimbau masyarakat yang dinyatakan positif TBC, untuk rutin mengkonsumsi obat, sehingga tidak kebal obat, apalagi berdomisili di daerah yang tidak memiliki dokter Spesialis Paru, karena dampak buruk akan dirasakan, apabila kebal obat.
Selain itu, provinsi Maluku juga masih kekurangan dokter Spesialis Radiologi. Dimana saat ini hanya terdapat 13 Dokter Spesialis Radiologi yang tersebar di rumah sakit di beberapa kabupaten/kota di Maluku.
"Kan setiap rumah sakit itu punya kebutuhan dokter Spesialis masing-masing, sehingga dari kami 13 orang ini belum bisa mengcover semua rumah sakit di Maluku,"ungkap dr. Serlly Wattimury Spesialis Radiologi dari BKPM.
Menurutnya, selain dokter Spesialis, belum meratanya fasilitas kesehatan di rumah sakit (RSUD) di provinsi Maluku juga menjadi kendala terbesar yang dihadapi para tenaga medis, terutama dokter Spesialis saat ditempatkan di rumah sakit di daerah -daerah.
"Ada beberapa rumah sakit yang tidak punya fasilitas radiologi, belum punya pemeriksaan foto ronsen dasar sehingga saat dokter spesialis radiologi di tempatkan di rumah sakit bersangkutan maka tidak dapat bekerja, karena kami ini kerja pake senjata to, senjata kami itu alat kesehatan,"ungkapnya.
Oleh karena itu, Serlly berharap Pemerintah Provinsi Maluku dapat permasalahan tersebut, mengingat saat ini, kasus TBC mengingat pesat, sementara tenaga dokter Spesialis dan sarana prasarana belum memadai.
"Harapannya Pemerintah Provinsi Maluku bisa melihat hal itu, karena kami juga butuh saran prasarana seperti alat-alat kesehatan untuk pemeriksaan Radiologi,"terangnya.
Seperti yang diberitakan RRI.co.id sebelumnya, dalam jangka waktu satu bulan, sekitar 150-200 orang melakukan pemeriksaan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Maluku, dari jumlah tersebut, didapatkan sekitar 30-50 positif TBC (kasus baru).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....