Pendidikan Berbasis Rumah Sakit Tambah Dokter Spesialis Jantung
- 17 Nov 2024 21:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Kesehatan menilai program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital based) dapat mengatasi kekurangan dokter spesialis jantung. Pasalnya, saat ini hanya terdapat 1.500 jumlah dokter spesialis jantung di Indonesia.
“Ini rasionya sangat minim sehingga belum ideal untuk memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat. Strategi kita mendistribusikan SDM-nya karena penyakit jantung ini 90 menit harus tertangani," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di International Cardiovascular Summit (IICS) 2024, Jakarta, Minggu (17/11/2024).
Menurut Menteri Kesehatan (Menkes), perlu dua spesial jantung spesialis jantung di rumah sakit tingkat kabupaten dan kota. Sehingga kebutuhan dokter spesialis jantung per kabupaten atau kota masih jauh dari mencukupi.
"Oleh karena itu kita butuh percepatan, mendidik spesialis itu butuh praktek. Ini yang harus dilakukan di rumah sakit-rumah sakit," ucap dia.
Saat ini, kata Menkes, Kementerian Kesehatan membuka enam program di rumah sakit penyelenggara pendidikan utama. Enam program studi kedokteran spesialis di enam rumah sakit penyelenggara pendidikan utama tersebut yakni spesialis mata, jantung, anak, saraf, orthopedi, dan onkologi.
“Jadi peserta yang mengikuti program ini diutamakan berasal dari Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) luar Pulau Jawa. Sehingga setelah lulus, mereka dapat mengabdi di daerah terpencil yang masih kekurangan dokter spesialis,” kata Menkes.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....