Stetoskop AI: Teknologi Baru Diagnosis Penyakit

  • 23 Okt 2024 06:55 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Stetoskop telah ada di seluruh dunia selama kurang lebih 200 tahun. Salah satu fungsi utama stetoskop adalah untuk mengevaluasi bunyi pernapasan jantung, apakah normal atau tidak. Dokter dapat mendeteksi detak jantung dengan stetoskop. Pemeriksaan dasar dengan stetoskop tanpa prosedur tambahan sangat berguna untuk menentukan dengan cepat apakah seseorang sakit dan memerlukan perawatan darurat untuk menyelamatkan nyawanya.

Peran stetoskop dalam dunia medis sangat penting, terutama dalam diagnosis penyakit katup jantung, penyakit jantung kongenital, dan kondisi seperti Cor Pulmonale. Namun, dalam kasus penyakit jantung koroner dan gagal jantung, peran stetoskop konvensional terbatas. Untuk kasus ini, stetoskop yang dilengkapi dengan teknologi AI (Artificial Intelligence) dapat menjadi solusi yang lebih akurat dalam diagnosis.

Stetoskop berbasis AI mampu mengubah energi suara jantung dan paru-paru menjadi data digital. Teknologi ini disebut phonocardiography, yang memungkinkan visualisasi suara jantung dalam bentuk grafik atau gambar real-time. Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Rabu (23/10/2024), penggunaan stetoskop berbasis AI memungkinkan dokter untuk melakukan diagnosis dengan lebih akurat, bahkan dari jarak jauh dengan bantuan teknologi telemonitoring dan alat yang menggabungkan stetoskop dengan elektrokardiogram (EKG).

Penggunaan AI dalam diagnosis penyakit jantung telah diuji di Inggris melalui penelitian yang melibatkan stetoskop AI berkemampuan EKG. Hasil penelitian menunjukkan perangkat ini mampu mendeteksi gagal jantung dengan sensitivitas tinggi, memberikan solusi non-invasif yang murah dan efektif.

Selain untuk penyakit jantung, stetoskop AI juga memiliki manfaat besar dalam diagnosis pneumonia. Proyek di Johns Hopkins University menciptakan perangkat yang dilengkapi AI untuk mendeteksi pneumonia secara akurat, bahkan di lingkungan yang bising. Dengan kemampuan ini, stetoskop AI dapat membantu menyelamatkan nyawa anak-anak di seluruh dunia.

Di Indonesia, deteksi dini penyakit jantung sangat dianjurkan untuk kelompok usia di atas 40 tahun dan mereka yang berisiko tinggi seperti penderita hipertensi atau diabetes. Meskipun stetoskop konvensional masih banyak digunakan di rumah sakit, teknologi AI akan semakin memainkan peran penting dalam praktik medis di masa depan.

Teknologi AI di bidang kesehatan memiliki potensi besar untuk mengubah lanskap layanan kesehatan secara signifikan di Indonesia. Dengan dukungan kuat dari WHO, stetoskop AI diharapkan mampu meningkatkan efektivitas diagnosis penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dengan cara yang lebih cepat, akurat, serta terjangkau bagi semua pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....