Anak Sering Terbangun Tengah Malam, Apakah Wajar?

  • 29 Sep 2024 14:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Bagi pasangan muda pasti kaget ketika bayi atau anaknya sering terbangun tengah malam. Hal tersebut mebuat orang tua hawatir terjadi sesuatu yang tidak baik pada anaknya. Kondisi ini juga membuat orang tua akan terganggu waktu istirahatnya karena mau tidak mau harus menemani anaknya yang terbangun belum lagi ketika sang buah hati rewel.

Sebagian orang awam mungkin menganggap bahwa bayi yang sering terbangun tengah malam diakibatkan diganggu oleh mahluk halus. Sering terbangunnya anak tengah malam sering disebut “Sleep Regression”.

Meskipun Sleep Regression sering dialami oleh bayi, Sleep Regression juga bisa terjadi pada anak hingga usia 2 tahun. Dilansir dari laman alodokter.com Sleep regression bisa terjadi pada masa perkembangan otak bayi yang pesat. Tahapan ini akan mengganggu kadar hormon yang mengatur siklus tidur di otak bayi sehingga pola tidurnya terganggu.

Selain itu, sleep regression juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor lainnya, seperti stres, masa tumbuh gigi, sakit, perubahan aktivitas bayi, atau perjalanan jauh.

Walaupun Sleep Regression tidak berbahaya bagi kesehatan anak karena biasanya hanya berlangsung sementara waktu, yakni sekitar 2–4 minggu. Tapi kondisi ini bisa menyebabkan orang tua kelelaahan karena biasanya anak atau bayi akan rewel. Untuk itu perlu penanganan penangan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir:

1. Membuat Jadwal Tidur yang teratur untuk Si Kecil, sehingga ia terbiasa untuk tidur tepat waktu.

2. Bila bayi sudah mulai terlihat mengantuk, biasakan untuk langsung meletakkan Si Kecil di tempat tidurnya. Dengan demikian, bayi akan terlatih untuk bisa tidur dengan caranya sendiri.

3. Matikan lampu ketika tidur juga bermanfaat untuk mengatasi sleep regression pada bayi. Ini karena bayi akan lebih mudah untuk tidur lagi dengan sendirinya apabila ia melihat lampu mati saat terbangun pada malam hari.

4. Ketika bayi terbangun pada malam hari, tenangkan bayi dengan menepuk-nepuk lembut tubuhnya, agar ia bisa kembali tidur dengan nyenyak. Sebaliknya, hindari mengajak Si Kecil berbicara, menggendongnya, menyalakan lampu, atau melakukan hal-hal lain yang dapat membuatnya terjaga penuh.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....