Ekspor Kelapa Kepri Naik 28 Persen, Tembus Pasar Internasional

  • 30 Jun 2025 18:42 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan peningkatan signifikan dalam ekspor kelapa bulat dan produk turunannya sepanjang Januari hingga Mei 2025. Berdasarkan data dari Balai Karantina Indonesia, volume ekspor komoditas unggulan tersebut naik 28 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Karantina Kepri, Herwintarti, menyebutkan bahwa volume ekspor kelapa bulat beserta produk olahannya seperti air kelapa, bungkil, kelapa parut, santan, dan coconut meat mencapai 5.728,74 ton atau senilai Rp18,8 miliar dalam lima bulan pertama 2025.

“Ini menunjukkan tren positif terhadap kinerja ekspor produk kelapa dari Kepri,” ujarnya.

Pada tahun 2024 lalu, ekspor kelapa bulat dan turunannya dari Kepri mencapai 42.649 ton dengan nilai ekonomis sekitar Rp396,2 miliar. Negara tujuan utama mencakup Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, Jerman, China, Taiwan, Hongkong, dan sejumlah negara lain, yang menunjukkan posisi strategis Kepri dalam perdagangan kelapa dunia.

Sabtu (28/6/2025), Barantin melalui Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kepri kembali menerbitkan sertifikasi ekspor untuk 19,2 ton coconut meat yang akan dikirim ke Malaysia. Produk ini dikenal sebagai daging kelapa bagian putih yang kaya nutrisi dan banyak dimanfaatkan dalam industri makanan, minuman, serta produk perawatan kulit.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, berharap tren peningkatan ekspor ini dapat terus berlangsung hingga akhir 2025. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan harmonisasi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga standar dan kualitas produk agar tetap diterima di pasar global.

“Harmonisasi dan kerja sama yang berkelanjutan sangat penting agar produk-produk dari Kepri mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Sahat.

Ia menilai Kepri memiliki potensi besar sebagai eksportir komoditas kelapa dengan nilai tambah tinggi.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, yang turut hadir dalam kegiatan sertifikasi, menyoroti keunggulan geografis Kepri meski wilayah daratnya hanya sekitar 4 persen dari total wilayah provinsi.

“Letak Kepri yang berdekatan dengan pasar besar seperti Singapura dan Malaysia menjadi keuntungan strategis dalam rantai perdagangan global,” ungkapnya.

Pemerintah daerah berharap peningkatan ekspor kelapa dapat menjadi pemicu pertumbuhan wilayah perkebunan di Kepri, serta memperluas peluang ekonomi lokal. Dengan nilai tambah dari produk olahan seperti coconut meat, Kepri kian memperkuat posisinya sebagai pusat ekspor kelapa di Indonesia.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....