Seribu 886 Hektar Sawah Padi di kabupaten Kolaka Timur Gagal Panen

  • 04 Sep 2026 13:01 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID Kolaka Timur - Musim kemarau yang melanda di sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi tenggara (Sultra) mengakibatkan sejumlah area persawahan mengalami kekeringan dan mengakibatkan tanaman padi mengalami gagal panen atau puso salah satunya di kabupaten Kolaka Timur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kolaka Timur I Nyoman Abdi menjelaskan berdasarkan data dinas tanaman pangan Koltim sebanyak 1.886 hektar lahan persawahan mengalami kekeringan sehingga mengakibatkan gagal panen. Area persawahan yang mengalami kekeringan tersebut terjadi di delapan kecamatan diantaranya kecamatan Lambandia, Dangia, Ladongi dan Tinondo.

“Jadi areal persawahan di Kolaka Timur yang terdampak kekeringan terjadi di delapan kecamatan,” tutur I Nyoman Abdi di Koltim, Jumat 4 September 2026.

Menurut I Nyoman Abdi guna mengantisipasi kekeringan di area persawahan yang masih bisa di pertahankan para petani melakukan penyedotan air dengan menggunakan alkon agar sawah – sawah yang terancam kekeringan dapat kembali bisa berproduksi.

“Selain itu pemerintah kabupaten Kolaka Timur telah menginstruksikan agar setiap kepala desa mengalokasikan anggaran dari dana desa untuk pengadaan alkon dengan tujuan membantu para petani yang mungkin belum memiliki alkon,” jelasnya.

Lebih lanjut I Nyoman Abdi menjelaskan terkait kebakaran lahan gambut yang terjadi di kecamatan Lalolae mengakibatkan sejumlah warga mengalami gangguan pernafasan dan untuk mengatasi hal tersebut pemerintah kabupaten kolaka timur melalui dinas kesehatan telah bersiaga di puskesmas Lalolae untuk memberikan pengobatan berupa pemberian vitamin bagi warga begitu halnya dengan petugas – petugas pemadam api dilahan gambut yang terbakar.

“Pemkab Kolaka Timur mengimbau seluruh masyarakat kabupaten kolaka timur hendaknya dapat berhati – hati di suasana musim kekeringan ini dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan tidak membuang bahan – bahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran seperti puntung rokok dan lain lainnya,” imbaunya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....