Sarapan Tinggi Protein Jadi Tren Gaya Hidup Sehat

  • 28 Agt 2026 08:03 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Tren sarapan tinggi protein semakin diminati masyarakat seiring meningkatnya kesadaran terhadap pola makan sehat. Menu sarapan berbahan dasar protein dinilai lebih mengenyangkan, sehingga menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengatur pola makan tanpa perlu mengonsumsi makanan dalam porsi berlebihan.

Kesibukan sehari-hari membuat banyak orang mencari menu sarapan yang praktis namun tetap bergizi. Bahan-bahan seperti telur, ikan, ayam, susu, yoghurt, tahu, tempe, hingga kacang-kacangan menjadi pilihan populer karena mudah ditemukan dan diolah dengan cara sederhana. Kombinasi protein dengan sumber karbohidrat kompleks dan serat, misalnya telur dipadukan roti gandum dan sayuran, dinilai membuat menu pagi terasa lebih seimbang dibanding sarapan yang hanya mengandalkan karbohidrat.

Anggapan bahwa makanan tinggi protein selalu memerlukan biaya besar juga tidak sepenuhnya benar. Banyak bahan pangan lokal yang terjangkau dan mudah ditemukan di pasar maupun minimarket, seperti telur dan tempe, dapat diolah menjadi berbagai menu praktis, di antaranya telur rebus dengan roti gandum, tumis tahu dan sayuran, atau tempe panggang bagi yang memiliki waktu terbatas di pagi hari.

Sejumlah ide menu sarapan tinggi protein yang praktis dapat menjadi inspirasi, di antaranya kombinasi telur, roti gandum, dan sayuran; yoghurt dengan buah dan kacang; tempe dipadukan nasi merah bagi yang belum terbiasa meninggalkan nasi; oatmeal versi gurih dengan tambahan telur dan sayuran; hingga smoothie tinggi protein dari susu atau yoghurt yang dipadukan buah, dengan tetap memperhatikan kadar gula tambahan.

Meski demikian, mengikuti tren sarapan tinggi protein bukan berarti hanya berfokus pada satu jenis nutrisi. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat kompleks, sayuran, buah, lemak sehat, serta asupan air yang cukup agar pola makan tetap seimbang. Kebutuhan protein setiap orang juga berbeda-beda, tergantung usia, berat badan, tingkat aktivitas, hingga kondisi kesehatan masing-masing, sehingga bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, pengaturan jumlah protein sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.

Popularitas sarapan tinggi protein mencerminkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi sejak pagi hari. Kuncinya bukan sekadar mengejar menu yang sedang viral, melainkan membangun kebiasaan sarapan yang bergizi, seimbang, praktis, dan sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....