Aroma yang Dirindukan saat Kemarau Panjang

  • 28 Agt 2026 07:44 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Ada aroma yang terasa begitu akrab setelah hujan pertama turun usai berminggu-minggu udara kering. Bau tanah yang khas itu sering membuat orang berhenti sejenak, menarik napas lebih dalam, dan seolah teringat pada suasana hujan. Aroma tersebut dikenal sebagai petrichor.

Petrichor bukan berasal dari satu sumber saja. Aroma ini muncul dari perpaduan senyawa yang berasal dari tanah dan tumbuhan, termasuk geosmin yang dihasilkan oleh mikroorganisme di dalam tanah.

Saat hujan turun, terutama setelah periode kering yang panjang, tetesan air dapat membawa senyawa-senyawa tersebut ke udara dalam bentuk partikel kecil sehingga aromanya lebih mudah tercium.

Intensitas aroma juga dapat berbeda-beda tergantung kondisi lingkungan. Hujan yang turun setelah tanah mengalami kekeringan cukup lama biasanya menghasilkan aroma yang lebih kuat, sementara jenis tanah, vegetasi, kelembapan, dan jumlah hujan turut memengaruhi karakter bau yang muncul.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications menunjukkan bahwa tetesan hujan yang menghantam permukaan tanah dapat menghasilkan aerosol atau percikan mikroskopis yang membawa senyawa dari permukaan tanah ke udara.

Proses inilah yang membantu menjelaskan mengapa aroma khas tanah sering langsung terasa ketika hujan mulai membasahi permukaan yang sebelumnya kering.

Mungkin itu sebabnya hujan pertama setelah kemarau panjang terasa berbeda. Bukan hanya karena udara menjadi lebih sejuk atau tanaman kembali mendapatkan air, tetapi juga karena sebuah aroma sederhana tiba-tiba membawa kembali suasana yang sudah lama dirindukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....