Tarian Belian hadir di Seni Pertunjukan Eksotika Kutai Barat

  • 02 Des 2024 08:05 WIB
  •  Sendawar

KBRN,Sendawar : Tarian Belian asal Kutai Barat (Kubar), mampu memukau penonton di Plaza Kori Agung Taman mini indonesia indah (TMII) Jakarta (23/11/2024).

Para penonton menyimak dengan serius, mengikuti setiap gerak dari para penari, sementara alunan musik dari instrumen musik yang begitu khas ditambah penataan cahaya lampu dengan latar belakang siluet, terkesan nuansa mistis dalam Tari Belian. Penari juga nampak memukau menampilakan busana, gerak, mistis nya dan musik pengiring yang dinamis Menjadi Seni Pertunjukan yang Menawan.

Belian adalah salah satu tarian tradisional suku Dayak di Kalimantan Timur. Nama Belian berasal dari kata “Belian” yang artinya menyembuhkan orang sakit.

Selain itu suku Dayak menggelar tari Belian Bawo sebagai ucapan terima kasih kepada dewata sesuai keyakinan mereka. Dalam melakukan tarian sang dukun/pawang menggunakan bahasa khusus untuk berdialog dengan roh-roh halus (“memang”) yang akan membantunya mengusir roh-roh jahat.

Irama dan ritme pada tari Belian Bawo tidak mentolerir adanya kesalahan, karena akan mengakibatkan kegagalan dalam ritual dan kesurupanya para dukun/pawang yang menari. Untuk mengembalikan keadaan menjadi normal maka musik harus dinetralkan seperti semula. Ritual yang dilakukan adalah untuk mengambil penyakit.

Jika penyakitnya disebabkan oleh santet maka pasien dapat memutuskan apakah akan mengirim balik santet tersebut, atau memindahkannya kepad atumbal yang berupa hewan, seperti ayam atau babi. Namun jika bukan karena pengaruh magis dan memerlukan obat-obatan, maka salah satu penari akan menghilang kurang lebih satu jam untuk mencari obat-obatan. Jika ritual pengobatan sudah selesai, biasanya irama dan ritme musik berubah menjadi lembut.

Beberapa alat/instrumen musik yang digunakan untuk mengiringi dalam Tari Belian Bawo, yaitu : Gimar : Gimar adalah sebuah instrumen musik perkusi yang terbuat dari batang kayu yang sisinya berlubang dan ditutupi dengan membrane yang terbuat dari kulit binatang. Gimar di pukul dengan menggunakan telapak tangan dan menghasilkan bunyi yang berirama.

Klentengan : adalah sebuah alat musik pukul yang terdiri dari enam buah tumpukan kecil yang disusun rapi di sebuah tempat sudah dibentuk dan diukur sesuai ukuran dan urutan nadanya yang alat pemukulnya berua dua batang kayu.

Glukning : adalah sebuah alat musik pukul yang bilah-bilahnya terbuat dari kayu ulin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....