Kebakaran Samarinda Hanguskan Dua Bangunan, Satu Relawan Terluka
- 24 Jul 2025 15:57 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Musibah kebakaran kembali melanda wilayah permukiman padat penduduk di Kota Samarinda. Kebakaran terjadi pada Kamis siang (24/7/2025), sekitar pukul 13.00 WITA hingga 14.00 WITA, di Jalan Pegunungan Meratus RT 25, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu.
Menurut data sementara yang dihimpun dari Info Taruna Samarinda (ITS), api menghanguskan dua bangunan semi permanen dan menyebabkan empat kepala keluarga (sekitar delapan jiwa) kehilangan tempat tinggal. "Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden ini," demikian dikutip dari rilis ITS yang diterima rri.co.id.
Namun, satu orang anggota relawan dari Posko 3 dilaporkan mengalami luka robek saat proses pemadaman dan telah mendapatkan penanganan medis dari Tim Emergency Medical Team-ITS yang turut hadir di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Tim dari Satreskrim Polresta Samarinda telah diterjunkan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap asal-muasal api.
Upaya pemadaman api menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi permukiman yang padat penduduk serta jalan akses yang sempit dan menanjak, karena berada di wilayah perbukitan.
Meski demikian, kerja keras gabungan dari berbagai unsur berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu sekitar satu jam. Sebanyak 10 unit tangki fire truck dari Dinas Pemadam Kebakaran dan PMK swasta dikerahkan, dibantu 15 unit mesin portable dari relawan.
Penanganan kebakaran ini melibatkan setidaknya 18 unsur instansi dan relawan, termasuk: Relawan Kota Samarinda & Loa Janan Ilir, Disdamkar Kota Samarinda, Emergency Medical Team-ITS, Satreskrim Polresta Samarinda, Command Centre 112, PMI Samarinda, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Polsekta Samarinda Ulu, BPBD Kota dan Provinsi, Satlantas Polresta Samarinda, Dishub Samarinda, Sat Brimob Polda Kaltim, Patroli Beat 110, PLN Samarinda, Orari, serta Tagana Kota dan Provinsi
Upaya cepat dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam penanganan kejadian ini, yang berpotensi lebih luas bila tidak segera dikendalikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....