Korban Banjir Kecamatan Damai Capai 842 Kepala Keluarga

  • 21 Apr 2025 17:17 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Sebanyak 842 kepala keluarga dengan total 2.852 jiwa di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut hampir sepekan terakhir. Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Kedang Pahu itu merendam 13 kampung dari total 17 kampung di kecamatan Damai.

“Dari 17 kampung di Kecamatan Damai, data yang masuk ke kami ada 13 kampung terdampak. Sebanyak 606 rumah terendam, dengan total 842 kepala keluarga dan 2.852 jiwa,” ungkap Camat Damai, Imam Setiadi, Senin (21/4/2025).

Menurut Imam, banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, kantor desa, jalan, dan sarana lainnya. Ketinggian air bahkan mencapai dua meter di beberapa titik, sehingga aktivitas warga ikut terganggu.

Oleh karena itu warga sangat membutuhkan bantuan darurat seperti makanan siap saji dan dapur umum. Namun hingga Senin (21/4/2025), bantuan dari pemerintah daerah belum juga tiba.

“Harapan kami ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera menyalurkan bantuan, seperti sembako, makanan siap saji, atau membuka dapur umum di kampung-kampung yang masih terendam,” ujarnya.

BACA JUGA:

Pemkab Kutai Barat Naikkan Status Siaga Banjir

Imam menyebut pihak kecamatan telah mengirimkan data korban banjir ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat. Namun hingga kini belum ada kejelasan soal bentuk dan waktu distribusi bantuan dari pemerintah daerah.

“Data 13 kampung terdampak sudah kami kirimkan ke BPBD. Tapi sampai hari ini, belum ada informasi jelas soal bantuan,” tambahnya.

Dia menyebut, sejauh ini baru tiga kampung yang menerima bantuan dari salah satu perusahaan swasta berupa beras dan mi instan. Sementara 10 kampung lainnya belum mendapat bantuan sama sekali. Pemerintah kecamatan juga telah menyurati perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, namun belum ada tanggapan.

“Kami berharap perusahaan-perusahaan bisa ikut berkontribusi memberikan bantuan secepatnya. Karena banjir ini sudah berlangsung hampir seminggu,” jelas Imam.

BACA JUGA:

Banjir di Kubar Makin Meluas, Tujuh Kecamatan Kini Terendam

Situasi di lapangan semakin memprihatinkan. Banyak anak-anak dan lansia mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Akses terhadap air bersih terbatas, dan belum ada dapur umum yang disediakan. Warga juga tak bisa beraktivitas maupun mencari nafkah dengan leluasa sejak banjir melanda.

Puskesmas setempat disebut tetap siaga memberikan layanan kesehatan, namun ketersediaan logistik menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini.

“Puskesmas ini siap aja melayani warga kalau misalnya ada yang bermasalah dengan kesehatan. Bagi perusahaan pertambangan maupun perkebunan ya harapan kita mereka bisa berkontribusi dalam membantu kebutuhan masyarakat yang tertimpa musibah ini secepatnya,” harap Imam.

BACA JUGA:

Bupati Kubar Tinjau Kondisi Banjir di Muara Lawa

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kutai Barat belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan penyaluran bantuan. Hanya sebelumnya, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, telah menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Muara Lawa pada Kamis lalu. Warga Kecamatan Damai kini berharap giliran mereka segera tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....