Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H pada 1 Maret 2025

  • 25 Feb 2025 20:15 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sementara itu, Idulfitri 1 Syawal dipastikan pada Senin, 31 Maret 2025.

Selain itu, Muhammadiyah juga menetapkan 1 Zulhijah pada Rabu, 28 Mei 2025, Puasa Arafah 9 Zulhijah pada Kamis, 5 Juni 2025, serta Iduladha 10 Zulhijah 1446 H pada Jumat, 6 Juni 2025. Keputusan ini disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, dalam konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Selasa (12/2/2025) lalu.

Penetapan ini didasarkan pada metode Hisab Wujudul Hilal, yang menjadi rujukan Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah. Sayuti berharap warga Muhammadiyah dapat mengikuti maklumat yang telah diterbitkan terkait hasil hisab tersebut.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Samarinda, Damingun, menjelaskan Muhammadiyah kini menggunakan kalender global Hijriah, yang telah disepakati secara internasional, termasuk oleh negara-negara di Asia Tenggara.

"Dulu kita memakai sistem hisab sendiri, cukup dengan hilal yang sudah muncul beberapa derajat. Sekarang kita mengikuti kalender global Hijriah, di mana hilal minimal 5 derajat untuk menentukan awal Ramadan. Jika di Turki sudah terlihat, kita bisa mengikuti itu sebagai awal puasa," kata Dami kepada RRI Selasa (25/2/2025).

Menurut Damingun, pendekatan ini berbeda dengan cara yang digunakan sebelumnya. Muhammadiyah kini mengacu pada kesepakatan internasional agar penentuan awal bulan Islam lebih seragam.

"Kalender global Hijriah ini tidak hanya berpatokan pada satu wilayah tertentu, tetapi mempertimbangkan kesepakatan bersama. Jadi, misalnya di suatu negara hilal sudah terlihat dengan kriteria yang ditentukan, maka itu bisa dijadikan acuan. Dengan cara ini, kita tidak terikat pada satu negara saja, tetapi mengikuti standar internasional yang lebih luas," ucapnya.

Dengan metode ini, Muhammadiyah berharap umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, memiliki pedoman yang jelas dan lebih terkoordinasi dalam menjalankan ibadah sepanjang tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....