Tim SAR Berjuang Maksimal Cari Korban Tenggelam Mahakam
- 20 Jan 2025 10:17 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Proses pencarian seorang anak laki-laki bernama Muhammad Alfa Shaka Sihar (7) yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, terus berlangsung hingga hari kedua. Berdasarkan informasi dari Basarnas Pos SAR Samarinda, operasi pencarian ini melibatkan sejumlah pihak dengan menggunakan berbagai peralatan.
Muhammad Alfa Shaka Sihar, warga Tanjung Harapan RT 05, Kecamatan Sebulu, dilaporkan tenggelam pada Jumat (17/01/2025). Hingga saat ini, korban masih dalam pencarian. Upaya pencarian dilakukan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Samarinda, BPBD Kukar, Disdamkar Matan Kukar, relawan, keluarga korban, dan masyarakat setempat.
Pada hari kedua, pencarian dimulai pukul 07.00 WITA dengan briefing di Posko SAR Gabungan yang berlokasi di Dermaga Feri Sanggulan. Tim melakukan penyisiran di radius 2 km dari lokasi kejadian menggunakan perahu dan drone untuk pemantauan udara. Hingga sore hari, area pencarian diperluas hingga mencapai daerah Sirbaya yang berjarak sekitar 13,7 km dari titik awal.
Cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam pencarian. Hujan deras yang turun pada pukul 15.00 dan 18.00 WITA sempat menghambat proses pencarian. Tim memprioritaskan keselamatan dengan menghentikan sementara operasi selama cuaca buruk dan melanjutkan pemantauan dari Posko SAR Gabungan.

Tim Basarnas melakukan penyisiran guna menemukan korban yang tenggelam di Sungai Mahakam (Foto : Pos SAR Samarinda)
Meskipun sudah dilakukan upaya maksimal hingga pukul 17.50 WITA, hasil pencarian masih nihil. Tim SAR kemudian melanjutkan pencarian hari ini dengan strategi dan area yang diperluas.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, termasuk: Basarnas Samarinda, Disdamkar Matan Kukar, BPBD Kukar, Relawan dari berbagai komunitas (Portugal, KramaJaya, Panji, Sangaji, dll.), dan Pihak kepolisian, TNI, dan PMI.
Peralatan yang digunakan meliputi Rescue Boat Basarnas, perahu karet milik BPBD dan Disdamkar, perahu warga, serta drone untuk pemantauan udara.
Pihak Posko SAR Gabungan mengingatkan seluruh personel untuk selalu mengutamakan keselamatan selama operasi, terutama ketika menghadapi cuaca buruk. Keluarga korban dan masyarakat juga diminta bersabar dan mendukung upaya pencarian yang masih terus dilakukan.
Operasi SAR terus dilanjutkan dengan harapan korban segera ditemukan. Tim SAR gabungan tetap siaga dan berkomitmen memberikan yang terbaik dalam proses pencarian ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....