Abrasi Sungai Mahakam Hancurkan Rumah Warga Tering
- 07 Jan 2025 18:53 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Sebuah bencana tanah longsor akibat abrasi sungai Mahakam melanda wilayah Kampung Tering Lama, RT 002, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kejadian yang berlangsung pada Selasa (7/1/2025) pagi hari ini dipicu oleh hujan yang terus-menerus mengguyur daerah tersebut, menyebabkan fenomena hidrometeorologi berupa pergerakan tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Tim Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama terjadinya abrasi di DAS Mahakam. Longsor ini mengakibatkan kerusakan signifikan di Kampung Tering Lama, khususnya pada infrastruktur dan mata pencaharian masyarakat setempat.
Kerugian yang diakibatkan oleh bencana ini sangat besar, mencakup: Empat unit keramba ikan patin yang berisi 2.000 ekor ikan dan satu perahu ces milik warga bernama Irenius Avun, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp600 juta, Satu unit bangunan rumah milik Stefan Rical Jiu hancur akibat pergerakan tanah, Panjang abrasi mencapai +50 meter, berdampak langsung pada 10 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah ( Sekda) Kabupaten Kutai Barat, Ayonius saat meninjau lokasi longsor bersama sejumlah OPD terkait (Foto : Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim/Muriono)
Pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah-langkah tanggap darurat untuk mengurangi dampak bencana. Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi: Koordinasi lintas sektor oleh Pusdalops PB BPBD Provinsi Kalimantan Timur dengan BPBD Kabupaten Kutai Barat dan muspika setempat, Pengamatan, pendataan, kaji cepat, dan penanganan darurat oleh Tim BPBD terhadap daerah terdampak, Diskusi lanjutan dengan dinas terkait mengenai dampak dan rencana relokasi warga dari zona rawan longsor, Himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi meluasnya abrasi, dan Pelaporan situasi terkini kepada pimpinan untuk menentukan langkah strategis selanjutnya.
Proses penanganan bencana menghadapi beberapa tantangan: Kondisi tebing yang curam di pinggir sungai, Potensi longsor susulan akibat pergerakan tanah yang masih aktif, dan Cuaca yang masih menunjukkan potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.
Korban terdampak sangat membutuhkan bantuan logistik, terutama kebutuhan dasar untuk melangsungkan kehidupan sehari-hari selama masa tanggap darurat ini.
Hingga berita ini ditulis, cuaca di wilayah Kabupaten Kutai Barat masih mendung dengan potensi hujan berintensitas sedang pada malam hingga dini hari. Berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Kalimantan Timur diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama periode 7–12 Januari 2025.
Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menempati rumah di daerah yang berpotensi mengalami longsor susulan, Memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga, dan Segera melaporkan kejadian atau kondisi darurat ke BPBD, kantor kecamatan, desa, atau aparat keamanan setempat seperti Babinsa dan Babinkamtibmas.
Bencana ini mengingatkan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....