Dampak El Nino, Produktivitas Padi di Banyuwangi Menurun

  • 18 Okt 2023 21:14 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Dampak El Nino yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan, membuat produktivitas padi di Banyuwangi mengalami penurunan sekitar 5 persen. Kondisi tersebut disebabkan luasan tanaman padi pada periode Agustus hingga September 2023 hanya mencapai 16.918 hektar, atau turun jika dibandingkan periode yang sama di tahan 2022 yang mencapai 17.813 hektar,

Plt Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Ilham Juanda mengatakan kekeringan yang terjadi dampak El Nino menyebabkan luasan lahan tamanan padi petani di Banyuwangi berkurang karena kemarau panjang. Dengan berkurangnya luasan lahan tersebut berdampak terjadi penurunan produksi padi di Banyuwangi sekitar 5 persen atau setara dengan 4.992 ton gabah.

"Kekeringan dampak El Nino menyebabkan produktivitas gabah di Banyuwangi menurun sekitar 5 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022," ungkap Ilham, Rabu (18/10/2023).

Ia mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan langkah antisipasi, dengan mengimplementasikan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yang disusun berdasar kondisi ketersediaan air irigasi. Untuk saat ini, ada 7.408 ha sawah padi yang masuk dalam RTTG yang perlu mendapatkan air.

“Dengan kondisi seperti saat ini, RTTG menjadi penting untuk mengatur pasokan air kepada lahan yang masuk rencana tersebut," jelas Ilham.

Meski dilanda kekeringan disejumlah kecamatan, produksi gabah Banyuwangi untuk bulan September, Oktober dan November 2023 diprediksi mencapai 192.797 ton atau setara 122.807 ton beras. Dengan jumlah konsumsi beras penduduk Banyuwangi berkisar 14 ribu ton/bulan, maka masih ada surplus lebih dari 50 persen.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....