Wiwitan, Tradisi Rasa Syukur Masyarakat Jawa pada Tuhan
- 06 Jan 2025 19:58 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Wiwitan adalah ritual persembahan tradisional masyarakat Jawa sebelum panen padi dilakukan. Ritual itu dilakukan sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan YME yang telah menumbuhkan padi sebelum panen.
Disebut sebagai ‘wiwitan’ karena arti ‘wiwit’ adalah ‘mulai’, memotong padi sebelum panen diselenggarakan. Bumi bagi orang Jawa dianggap sebagai saudara manusia yang harus dihormati dan dijaga dilestarikannya untuk kehidupan.
Tradisi wiwitan ini sudah ada sejak sebelum agama-agama masuk ke tanah Jawa. Memasuki musim panen, petani didaerah pedesaan banyak yang melakukan ritual wiwitan.
Seperti halnya yang dilaksanakan sebagian masyarakat Jawa yang terus melestarikan adat tradisi yang adiluhung ini. Proses wiwitan dilakukan di sawah dan dipimpin oleh mbah kaum/sesepuh atau orang yang tertua di kampung halamannya.
Mbah kaum/sesepuh desa memulai prosesi dengan berdoa, lalu dilanjutkan memotong sebagian padi sebagai tanda padi sudah siap dipanen. Makanan yang disajikanpun merupakan makanan tradisional.
Sajian nasi gurih, ayam kampung, sayur nangka, krupuk, tahu tempe, teri. Selain itu melengkapi pula jenis makanan tradisional peyek serta jajan kecil. Telur yang biasanya dibungkus dengan daun pisang atau daun jati.
Kekuatan komunitas-komunitas pedesaan yang tetap mempertahankan nilai kearifan lokal tersebut merupakan bentuk kekuatan prinsip benteng budaya yang layak diapresiasi. Di zaman yang serba sibuk ini, mereka masih dapat terus menggali dan memaknai tradisi leluhur yang mereka yakini dapat memberikan daya hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....