Normalisasi Sungai Wulan Kurangi Luas Banjir 303,5 Hektar

  • 07 Feb 2025 04:25 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang : Pengerjaan normalisasi sungai wulan diproyeksikan dapat mengurangi luas kawasan terdampak banjir hingga 303,5 hektar. Normalisasi itu melintas di Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara.

Hal itu dikemukakan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana saat meninjau pengerjaan normalisasi Sungai Wulan, Kamis(6/2/2025). Tepatnya, di titik Dusun Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Jati, Kabupaten Kudus.

"Mulai tahun 2024 hingga 2026 ada kegiatan supaya mampu mencegah banjir. Ada normalisasi sungai, peninggian tanggul, serta pengerukan sedimentasi," kata Nana.

Upaya lain yang dilakukan untuk mencegah banjir yakni dengan mengembalikan fungsi hutan di daerah pegunungan dan perbukitan. Sebab, salah satu penyebab banjir adalah alih fungsi hutan di daerah hulu sungai.

"Kami bersama Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkab ini satu kesatuan. Kami dari awal terus melakukan langkah-langkah pencegahan banjir itu," katanya.

Sementara, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Fikri Abdurrachman menambahkan, tiga pekerjaan tersebut dilakukan oleh tiga kontraktor berbeda. Sejauh ini, proses pengerjaan telah berjalan sekitar 4 persen.

"Sejauh ini sudah berjalan sekitar 4 persen dari keseluruhan proyek. Panjangnya 30 km dengan nilai Rp1,1 triliun, meliputi Kudus, Demak dan Jepara," katanya.

Menurut Fikri, kapasitas Sungai Wulan saat ini dapat menampung 700 meter kubik per detik. Pengerjaan normalisasi dan peninggian tanggul ini nantinya akan menambah kapasitas menjadi 1.300 meter kubik per detik.

Pengerjaan ini fokus pada pengerukan sedimentasi untuk menambah kedalaman. "Struktur (material) tanggul masih menggunakan tanah, karena masih yang terbaik, kalau pakai beton rawan untuk rubuh karena tanahnya bergerak," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....