Peningkatan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jambi: 62 Kasus Hingga Juni 2024
- 27 Jun 2024 13:40 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi: Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Jambi menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Hingga Juni 2024, tercatat sudah ada 62 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurut data dari UPTD PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga (DP3AP2) Provinsi Jambi, jenis kekerasan yang paling sering terjadi adalah kekerasan fisik, diikuti dengan kekerasan seksual, kekerasan psikis, dan penelantaran.
Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi, Asi Noprini, mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jambi. Ia menghimbau kepada masyarakat untuk berani melapor jika mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan. "Kami sangat prihatin dengan situasi ini. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melapor dan membantu kami dalam upaya melindungi perempuan dan anak di Provinsi Jambi," ujar Asi Noprini pada Kamis (27/06/2024).
Asi menambahkan bahwa UPTD PPA Provinsi Jambi menyediakan berbagai layanan untuk membantu korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Layanan ini meliputi pelayanan pengaduan, pendampingan hukum, pemberian bantuan psikologis, pelayanan medis, penampungan korban, dan rehabilitasi sosial. "Kami siap mendampingi dan membantu para korban dengan berbagai layanan yang tersedia. Ini adalah langkah nyata kami dalam melindungi dan memulihkan mereka dari trauma kekerasan," jelasnya.
Menurut Asi, penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahwa ada tempat yang aman dan dukungan yang tersedia bagi mereka yang menjadi korban kekerasan. "UPTD PPA adalah tempat yang aman bagi para korban. Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pemulihan yang mereka butuhkan," tambahnya.
Dengan adanya peningkatan kasus kekerasan ini, Asi berharap masyarakat semakin sadar dan aktif dalam melaporkan setiap tindak kekerasan yang terjadi di sekitar mereka. "Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan," tutup Asi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....