FKUI Periksa Kualitas Hidup Siswa SDN Depok 1
- 22 Jun 2024 19:26 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (PPMUI) tahun 2024 di SD Negeri Depok 1, Jalan Pemuda, Sabtu (22/6/2024). Kegiatan Pengmas dengan tema "Optimalisasi Kualitas Hidup pada Anak Pendek" menyasar 600 an siswa kelas I-V SD Negeri Depok 1.
Konsultan Spesialis Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Rini Sekartini menuturkan keguatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat Universitaw Indonesia-PPMUI ini bertujuan untuk melihat apakah kualitas anak pendek di SD Negeri Depok 1 baik atau tidak. Mahasiswa k
Kedokteran UI melakukan kegiatan pengumpukan data berupa pengkuran tinggi badan, berat badan, serta mengisi kuisioner untuk menilai kondisi mental anak.
"Ini kegiatan pengabdian masyarakat. Kami dapat hibah pengmas dari UI jadi kami melaksanakan pengmas di wilayah Universitas Indonesia." kata Prof Rini kepada RRI dilokasi.
Prof Rini menambahkan pihaknya memilih SD Negeri Depok 1 sebagai tempat pelaksanaan pengmas Optimalisasi Kualitas Hidup pada Anak Pendek karena mendapat rekomendasi dari Puskesmas Pancoranmas. Disini pihaknya akan menilai apakah anak pendek di SD Negeri Depok 1 kualitas hidupnya baik atau tidak.
"Secara umum tinggi badan siswa SD Negeri Depok 1 baik, tidak ada yang stunting." ucap Rini. Ia mengungkapkan, kalau tinggi badan anak pendek dari seharusnya, secara teori memiliki masalah psikososial seperti di bully, di ledek.
Pada beberapa kasus, lanjut Prof Rini anak yang mengalami psikososial akan mempengaruhi tingkat kemampuan belajar anak jadi berkurang. Dan ketika anak pendek beranjak dewasa, biasanya berpengaruh kepada kurangnya produktifitas kerja.
"Kalau ada temuan anak pendek berdasarkan kurva CDC/CHS sesuai usia dan jenis kelamin, kita akan sampaikan hasilnya ke Puskesmas Pancoranmas untuk ditindaklanjuti. Nanti kalau dibawah persentil tiga berarti perawakan pendek," ujarnya.
Prof Rini menjelaskan ada beberapa faktor kenapa tinggi badan anak tidak sesuai dengan umur. Yaitu asupan nutrisi, pola tidur, dan aktifitas fisik.
"Kalau kebutuhan aktifitasnya kurang, atau tidurnya bermasalah nanti berperan juga selain nutrisi. Tapi pada anak ada masa pertumbuhan di usia remaja 10-12 tahun untuk memperbaikin tinggi badan," ujarnya.