Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Untuk Masa Depan Bersih dan Sehat
- 17 Sep 2024 18:30 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Studium Generale, Rabu (11/9/2024), di Aula Barat Kampus Ganesha ITB. Topik yang dibahas yakni “Pengelolaan Sampah di ITB" yang disampaikan oleh Dr. Eng. Pandji Prawisudha, Ketua Tim Penanganan Sampah di Lingkungan ITB.
Beliau menjelaskan konsep dasar mengenai sampah, yakni barang atau material yang dibuang karena tidak lagi digunakan atau dianggap tidak berfungsi. Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 mengartikan sampah sebagai sisa dari aktivitas sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat, berbeda dengan limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri atau usaha tertentu. Seperti dilansir laman resmi ITB, Rabu (17/9/2024).
Saat ini, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai penghasil sampah terbesar di dunia. Tidak hanya sampah plastik, namun sampah makanan juga menyumbang volume signifikan dalam pencemaran lingkungan. Selama masyarakat tidak mengambil tindakan nyata, Indonesia akan terus berada dalam daftar negara dengan produksi sampah yang tinggi. Hal ini diperparah dengan limbah kemasan makanan yang terus meningkat, menyumbang jumlah limbah usai konsumsi yang signifikan.
Dalam proses pengelolaan sampah, ada tiga tahap utama yang dilakukan, yaitu pengumpulan dan pengangkutan sampah, penyimpanan di lokasi sementara, hingga akhirnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Di Bandung, TPA Sarimukti menjadi tempat pembuangan utama.
Namun, ITB memiliki visi yang lebih maju dengan berupaya mengolah sampah menjadi sumber daya yang bermanfaat melalui teknologi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mencapai zero landfill pada tahun 2050, yang mulai diterapkan ITB sejak 2024.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....