Olympus Mons: Gunung Berapi Tertinggi di Tata Surya

  • 02 Sep 2024 08:55 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Pernahkah anda mendengar tentang gunung Olympus Mons?

Olympus Mons adalah gunung berapi perisai raksasa yang terletak di planet Mars. Gunung ini dikenal sebagai gunung tertinggi di Tata Surya, menjulang lebih dari 21,9 kilometer (sekitar 72.000 kaki) di atas permukaan Mars, yang membuatnya sekitar 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan Gunung Everest di Bumi. Olympus Mons terletak di wilayah vulkanik Tharsis Montes dan terakhir meletus sekitar 25 juta tahun yang lalu, menjadikannya salah satu gunung berapi termuda di Mars.

Sebagai gunung berapi perisai, Olympus Mons memiliki bentuk yang mirip dengan gunung-gunung berapi besar di Kepulauan Hawaii di Bumi. Dengan lebar sekitar 600 kilometer (370 mil), gunung ini memiliki profil yang sangat landai, dengan kemiringan rata-rata hanya sekitar 5%. Salah satu ciri khasnya adalah adanya tebing curam yang mengelilingi sebagian besar pinggirannya, yang mencapai ketinggian hingga 8 kilometer (5 mil). Tebing ini kemungkinan terbentuk akibat longsoran besar di sisi-sisi gunung.

Selain itu, Olympus Mons memiliki enam kaldera besar di puncaknya, yaitu kawah yang terbentuk akibat runtuhnya ruang magma di bawah permukaan setelah letusan gunung berapi. Kawah-kawah ini membentuk depresi yang luas, dengan ukuran mencapai 60 x 80 kilometer (37 x 50 mil) dan kedalaman hingga 3,2 kilometer (2 mil).

Ukuran luar biasa dari Olympus Mons disebabkan oleh kurangnya lempeng tektonik yang bergerak di Mars. Berbeda dengan Bumi, di mana lempeng tektonik yang bergerak dapat menghentikan pembentukan gunung berapi, kerak Mars tetap diam di atas hotspot yang menghasilkan magma. Akibatnya, gunung berapi dapat terus tumbuh hingga mencapai ketinggian yang sangat besar. Olympus Mons diperkirakan tumbuh melalui ribuan aliran lava basaltik yang sangat cair, yang terus menerus mengalir dari ventilasi gunung berapi selama jutaan tahun.

Meskipun atmosfer di puncak Olympus Mons sangat tipis, dengan tekanan sekitar 12% dari rata-rata tekanan permukaan Mars, awan orografis masih sering terbentuk di sekitar puncaknya. Tekanan atmosfer yang rendah ini disebabkan oleh ketinggian ekstrem gunung tersebut. Namun, karena gravitasi Mars yang lebih rendah dibandingkan dengan Bumi, atmosfer Mars lebih tebal dan tidak menurun densitasnya secepat atmosfer Bumi.

Komposisi Olympus Mons menunjukkan bahwa permukaannya sebagian besar terdiri dari batuan basaltik dengan proporsi tinggi sulfur dioksida, yang mengindikasikan aktivitas vulkanik yang melibatkan lava dengan viskositas rendah.

Olympus Mons menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanik yang relatif baru. Aliran lava di lereng barat lautnya diperkirakan berusia antara 115 juta tahun hingga 2 juta tahun, yang menunjukkan bahwa gunung ini mungkin masih aktif secara vulkanik, meskipun dalam pola yang sangat lambat dan episodik. Struktur kompleks di puncak Olympus Mons, yang terdiri dari kaldera-kaldera yang tumpang tindih, menunjukkan bahwa gunung berapi ini telah mengalami beberapa fase aktivitas vulkanik yang terpisah. Masing-masing kaldera ini kemungkinan terbentuk setelah letusan besar yang mengosongkan ruang magma di bawahnya, menyebabkan runtuhnya atap dan terbentuknya kawah besar.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....