Gerakkan Industri Semikonduktor, ITS Gandeng Taiwan dan Amerika Serikat

  • 14 Agt 2024 21:29 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya : Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) menggelar International Conference on Sustainable Semiconductor Manufacturing.

Tidak hanya dari Indonesia dan Taiwan, even yang berlangsung di Auditorium Research Center ini juga melibatkan praktisi dari Amerika Serikat. Bekerjasama dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO) dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, even ini membahas industri semikonduktor yang berkelanjutan untuk Indonesia.

Rektor ITS Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, Selasa (13/8/2024), mengatakan, “Perkembangan industri semikonduktor dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan impor".

“Diperlukan kerjasama yang intens dengan mitra internasional, seperti Amerika Serikat dan Taiwan yang berpengalaman di bidang tersebut," sambungnya.

Konferensi internasional ini juga dihadiri oleh Chief Executive Officer (CEO) TUL Corporation Ted Chen, perwakilan TETO Indonesia John C Chen, Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Chris Green, dan Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Ajeng Arum Sari.

Disisi lain, Dekan College of Electrical Engineering and Computer Science NTUST Prof Dr Jenq-Shiou Leu, menjelaskan rantai industri semikonduktor di Taiwan terbentuk secara utuh. Terlebih didorong oleh kesadaran tingginya konsumsi produk utama semikonduktor, yaitu sirkuit terpadu atau biasa disebut chip.

Chip sendiri merupakan komponen dasar yang menjadi otak dari peralatan elektronik. Benda pipih seperti wafer tersebut menjadi kebutuhan bagi sebagian besar perusahaan teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....