'Go SOYA' Inovasi UMKM Olah Limbah Jadi Produk Serbaguna
- 13 Jun 2024 08:03 WIB
- Voice of Indonesia
KBRN, Malang: Kulit ari kedelai yang selama ini dianggap limbah industri, berhasil diolah Salamatul Hifdiyah, pelaku UMKM asal Malang, menjadi aneka produk dengan nama merek Go SOYA, salah satu produknya sabun mandi.
GO SOYA memiliki makna “Go” yang berarti maju, bergerak, ke depan dan “Soya” yang artinya kedelai. Nama itu diharapkan Salma agar dapat menghasilkan program solutif dari limbah kacang kedelai tersebut. “Jadi, harapannya dengan nama GO SOYA ini bisa menghasilkan program solutif dalam mengolah limbah kulit ari kedelai dengan satuan program terdepan,” tutur Salman yang merupakan lulusan Politeknik Negeri Malang.
Mengutip keterangan tertulis dari vokasi Kemdikbud yang diterima pada Rabu (12/6/2024), produk inovasi ini dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah limbah di Kampung Industri Tempe Sanan. "Hadirnya GO SOYA juga mengimbas pada pemberdayaan masyarakat yang ada di Kampung Tempe Sanan. Kini, GO SOYA mampu memberdayakan ibu-ibu rumah tangga setempat untuk dilibatkan dalam proses produksi sehingga menambah penghasilan keluarga, " tulis keterangan tersebut.
Menurut Salma, pengembangan produk sabun berbahan limbah kedelai karena selama ini inovasi GO SOYA banyak berfokus pada produk pangan. Dengan demikian, masa simpan beberapa produk menjadi terbatas. "Lalu setelah diskusi dengan mitra, didapatkan kesepakatan untuk membuat Sabun dari limbah kulit ari kedelai yang memang belum ada dan belum pernah terpikirkan sebelumnya," imbuh Salma.
Pemilihan sabun, lanjut Salma, karena jika dilihat kandungan kulit ari kedelai juga sangat baik untuk sabun. Selain itu, inovasi ini juga didukung dengan anggota GO SOYA yang juga merupakan alumni Teknik Kimia sehingga secara keilmuan memadai.
"Alhamdulilahnya, respon masyarakat juga sangat baik dan terus kooperatif serta mendukung keberlanjutan program GO SOYA di Kampung Industri Tempe Sanan, Malang sehingga kami lebih mudah untuk mengembangkan berbagai inovasi," kata Salma menambahkan.
Sebelumnya, GO SOYA yang awalnya membuat produk tepung dari kulit ari kedelai juga berinovasi membuat Rainbow Tempe Ketawa pada 2021 lalu.
"Rainbow Tempe Ketawa ini terus berkembang menjadi berbagai varian produk sejak 2021 hingga saat ini," kata Salma.
Saat ini, sudah ada 7 varian produk Rainbow Tempe Ketawa, yakni Rainbow Nugget Tempe, Rainbow Pudding Tempe, Rainbow Macaroon Tempe, Rainbow Cookies Tempe, Rainbow Brownies Tempe, Rainbow Stik Tempe, dan Rainbow Sagu Tempe
“Khusus untuk Rainbow Stik dan Rainbow Sagu ini inovasinya murni datang dari masyarakat mitra, sehingga mitra semakin inovatif dan peka dengan persoalan sosial serta adanya peningkatan kreativitas dalam pembuatan inovasi Rainbow Tempe Ketawa,” tambah Salma.
Sumber: vokasi.kemdikbud.go.id
News Recomendation
Loading latest news.....