Siti Manggopoh, Singa Betina dari Ranah Minang

  • 01 Mei 2024 11:28 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi : Namanya memang tak seharum RA Kartini, namun perjuangannya melawan Belanda cukup fenomenal semasa zaman penjajahan. Siti Manggopoh namanya.

Lahir di Nagari Manggopoh Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Siti tak pernah mau takluk di tangan kolonial. Wanita yang akrab dipanggil Mande Siti ini diperkirakan lahir pada 1885 dan dijuluki "Singa Betina" dari Ranah Minang.

Betapa tidak, ia tak pernah diam ketika daerahnya diperlakukan semena-mena oleh kolonial. Awal mula kemarahan Mande Siti adalah ketika ia tahu Peraturan Pajak di tanah Minangkabau diganti menjadi Peraturan Tanam Paksa terhadap rakyat.

Mande Siti tersulut amarah sebab merasa harga dirinya diinjak-injak, mengingat peraturan belasting ini mengenakan pajak tanah yang dimiliki secara turun-temurun. Alhasil, pemberontakan rakyat yang dimulai dari Kamang hingga akhirnya merambah ke Manggopoh, membuat Siti bersama dengan pemuda militan dari Manggopoh, membentuk badan perjuangan yang terdiri dari 14 orang.

Hingga pada 16 Juni 1908 meletuslah Perang Manggopoh bersamaan dengan Perang Kamang yang dikenal juga dengan Perang Belasting. Setidaknya, tercatat dalam sejarah, kalau Mande Siti ikut berperang dua kali dengan Belanda. Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia pun menetapkan Siti Manggopoh sebagai salah satu Perintis Kemerdekaan Indonesia. (AMP)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....