Tips Website Pemerintahan dan Institusi Pendidikan Tak Disusupi Judi Online

  • 25 Feb 2024 18:52 WIB
  •  Malang
KBRN, Malang : Isu terkait judi online menjadi sorotan publik. Bukan hanya publik figur yang turut melakukan promosi, juga banyak website yang dimasuki secara diam-diam oleh situs judi online. Untuk itu, spek keamanan pengguna website harus diperhatikan secara serius.

Data Scientist Jagoan Hosting, A. Rofiqi Maulana mengungkapkan, pemilik website harus betul-betul memahami pola serangan judi online. Pasalnya, keberadaan judi online dapat merusak reputasi sebuah situs web, terutama jika pemilik situs tidak memiliki kendali penuh terhadap konten yang muncul di platform mereka.

“Biasanya, serangan judi online bisa menyisipkan file dari berbagai sudut. Karena caranya berbeda, tentunya penanganannya beda juga. Untuk itu, harus diidentifikasi bagaimana cara mereka (hacker) menyusupkan,” kata Rofiqi, Minggu (25/2/2024).

Ia menjelaskan, terdapat beberapa macam cara hacker menyusupkan website judi onlinenya. Beberapa diantaranya adalah melalui domain utama, addon domain, subdomain, maupun inject file/script di file manager hosting.

“Cara mengeceknya adalah dengan mengakses domain utama, subdomain maupun addon domain apakah tampilan websitenya seperti judi online. Selanjutnya bisa mengecek file yang ada di file manager apakah ada file/folder yang mencurigakan atau mengandung keyword judi online,” papar dia.

Head IT Development of Jagoan Hosting, Rizal Faizal menambahkan, sebagai langkah mitigasi, pemilik website harus ada pengamanan atau security tambahan.

“Selain username dan password unik yang rutin diganti secara berkala, juga perlu ada pengaman tambahan. Dalam hal ini, lapisan keamanan atau security layer harus kuat dan bagus,” ujarnya.

“Setiap pemilik website, harus memantau website nya masing-masing. Salah satu caranya, harus selalu rajin update plugin dan tema,” sambungnya.

Sementara dari jalur lain, harus bisa mengidentifikasi kemungkinan serangan malware. Misalnya dengan scan virus dan pastikan tidak membuka situs web yang berpotensi mengundang malware. Selain itu, jangan mudah klik iklan yang lewat juga ketika membuka laman.

“Tetapi hal ini bisa dicegah dengan update keamanan security dan scan device agar bebas malware. Jangan lupa juga aktifkan two factor authentication untuk sistem keamanannya. Tak hanya menggunakan fasilitas dari hostingnya. Namun, juga harus ada pengaman tambahan,” tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....