Membaca Buku Jendela Dunia

  • 19 Jan 2024 19:28 WIB
  •  Palu



KBRN,Palu : Sedari kecil, orang tua menyekolahkan kita agar menjadi anak yang pintar. Cara agar menjadi pintar yaitu dengan “belajar”, dan kunci dari belajar adalah membaca dan yang di baca adalah melalui buku. Maka dari itu, seringkali kita mendengar dari teman orang tua atau guru SD bahwa buku adalah “Jendela Dunia”.

Istilah buku diibaratkan sebagai jendela dunia sendiri memiliki sejarah dan alasan. Sejarah buku berawal dari zaman mesir kuno di tahun 2400 SM. Pada saat itu, orang-orang mesir mencoba menuliskan simbol-simbol di daun Papyrus yang dijadikan sebagai selembar kertas Papyrus. Kertas dari daun Papyrus yang ditulis oleh orang mesir pada saat itulah yang menjadi buku pertama di dunia.

Sedangkan alasan buku sebagai jendela dunia adalah karena buku merupakan sumber berbagai informasi yang dapat membuka wawasan di zaman yang masih menjadikannya relevan. Di sana berisi tentang berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik maupun aspek-aspek kehidupan sosial lainnya. Selain itu, dengan membaca buku dapat pula mengubah masa depan, serta dapat menambah kecerdasan akal dan pikiran kita. Itu buku yang secara fungsinya relevan terhadap kehidupan manusia.

Buku sebagai medium penulisan ilmu mengalami perubahan seiring zaman. Mulai dari zaman konvensional hingga zaman Digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....