BRIN Kembangkan Teknologi Modifikasi Cuaca Gunakan Drone
- 10 Jan 2024 03:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengkaji Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menggunakan pesawat nirawak atau drone. Pengembangan ini seiring dengan kemajuan teknologi.
Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC BRIN, Budi Harsoyo menyampaikan keunggulan modifikasi cuaca dengan 'flare' atau suar jika dibandingkan dengan cara konvensional. Budi mencontohkan operasi modifikasi cuaca konvensional dengan menggunakan pesawat.
Menurut dia, biaya untuk bahan bakar atau avtur mencapai puluhan juta rupiah untuk sekali penerbangan. Komponen lain adalah perawatan pada pesawat. "Kalau dengan drone lebih murah. TMC drone masih tahap riset," kata Budi Harsoyo dalam perbincangan dengan Pro3 RRI, Selasa (9/1/2024) malam.
Kemudian, kelebihan lain adalah drone tidak memerlukan ketinggian tertentu saat diterbangkan , yakni cukup hanya 3.000 kaki. Bandingkan TMC dengan pesawat, harus dengan ketinggian 9.000-10.000 kaki.
"Yang dibawa dilakukan adalah penyemaian flare, jadi tidak perlu terbang tinggi. Asap yang dibakar masuk ke awan menggunakan flare, sehingga penerbangan cukup dilakukan di dasar awan dengan ketinggian 3.000 feet," ujarnya menerangkan.
"Kalau bahan semai garam, pesawat harus terbang di punggung awan. Yakni ketinggian sekitar 9.000-10.000 feet," ucap Budi.
Kendati demikian, Teknologi Modifikasi Cuaca dengan flare ini juga memiliki kekurangan. Jika dengan menggunakan pesawat, jangkauannya lebih luas, sementara dengan flare terbatas karena drone hanya bisa membawa satu flare.
Apabila flare habis, maka drone akan kembali untuk membawa flare lain. Begitu seterusnya.
Menurut Budi, penggunaan Teknologi Modifikasi Cuaca adalah untuk mengurangi risiko bencana. Seperti banjir, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan gambut.
"Nilai manfaat adalah mengurangi potensi kerugian akibat bencana. Jadi, tidak menghilangkan 100 persen risiko bencana, tapi ini ikhtiar," kata Budi mengakhiri perbincangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....