Mengenal Hilirisasi, Program yang Marak Digaungkan Presiden Jokowi

  • 13 Sep 2023 09:55 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon : Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkali-kali menekankan bahwa Indonesia bakal melakukan hilirisasi untuk semua sumber daya alam (SDA). Tak hanya untuk sektor pertambangan, tapi juga kehutanan hingga kelautan.

Program hilirisasi pertama dilakukan dengan melarang ekspor nikel mentah yang mulai berjalan pada awal 2020 lalu. Kemudian, pada tahun ini akan dilanjutkan dengan larangan ekspor bauksit dan tembaga. Hilirisasi komoditas mineral dan pertambangan ini sejalan dengan UU Minerba yang diterbitkan pada 2020 lalu.

Apa itu hilirisasi?

Hilirisasi adalah proses atau strategi suatu negara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki. Dengan hilirisasi, komoditas yang tadinya di ekspor dalam bentuk mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau jadi. Dengan demikian, maka nilai ekspor negara tersebut menjadi lebih besar. Sehingga, mampu meningkatkan perekonomian.

Berdasarkan paparan Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, manfaat hilirisasi adalah memberikan nilai tambah bagi perekonomian melalui kinerja ekspor yang positif. Salah satu wujud nyata hilirisasi di Indonesia adalah larangan ekspor komoditas mentah. Bahlil mencontohkan, pada 2017 sebelum ada larangan, ekspor produk besi dan baja Indonesia hanya US$3,3 miliar. Lalu, setelah ada larangan, maka pada 2022 realisasi ekspor produk besi dan baja tercatat sebesar US$27,8 miliar.

Selain itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang juga menyebutkan hilirisasi memberikan multiplier effect atau dampak berganda, antara lain adalah meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, menarik investasi masuk di tanah air, menghasilkan devisa besar dari ekspor, dan menambah jumlah serapan tenaga kerja. Lanjut Agus, dampak positif dari hilirisasi sektor tambang dan mineral juga telah menunjukkan peningkatan signifikan pada capaian nilai ekspor nasional. Hingga Oktober 2022, nilai ekspor dari industri ini menembus US$36,4 miliar, naik 40 persen dibanding 2021.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa ia berharap melalui konsistensi hilirisasi, Indonesia akan menjadi negara maju pada 2045 mendatang dengan angka Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mencapai US$9 triliun-US$11 triliun. Selain itu, pendapatan per kapita Indonesia juga diharapkan bisa mencapai US$21 ribu-US$29 ribu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....