Siswa SDN Purwantoro 2 Ditekankan Pentingnya Belajar Tarian Tradisional
- 30 Agt 2023 10:52 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Demi menarik minat generasi muda belajar tarian tradisional, upaya edukasi dan literasi mengenai pentingnya belajar tari tradisional dilakukan. Salah satunya di SDN Purwantoro 2 Kota Malang. Sekolah yang memiliki predikat sebagai satu-satunya SD dengan Pemberdayaan dan Pengembangan Seni Tari Tradisi (PPST) ini menggelar edukasi tari tradisional.
Kegiatan yang digelar di lapangan sekolah ini menghadirkan tiga narasumber yakni Marsa Adristicita Ratri Artanti yang merupakan Putri Tari Indonesia 2023, Abdullah Muhammad Yusuf Duta Genre Kota Malang sekaligus penari alumni SDN Purwantoro 2, serta Dr. Robby Hidajat merupakan budayawan dan dosen Universitas Negeri Malang.
Kepala SDN Purwantoro 2 Kota Malang, Pitoyo mengatakan, kegiatan seperti ini penting dilakukan untuk siswa.
“Apalagi di sekolah kita menjadi satu-satunya SD yang disebut sekolah PPST, sehingga kita perlu menggali apa yang disampaikan pata narasumber. Saya yakin pembelajaran melalui media seni tari lebih menyenangkan bagi anak-anak,” kata Pitoyo.
Di hadapan ratusan siswa SD, Marsa menekankan tentang pentingnya melestarikan tari tradisional. Selain bermanfaatn bagi fisik, tari tradisional juga menyehatkan mental. Wanita yang kerap disapa Rara ini juga mengungkapkan bahwa tari selama ini identik dengan penari perempuan.
“Anak laki-laki enggan menekuni dunia tari karena stigma negatif di lingkungan masyarakat bahwa gerakan tari identik dengan perempuan, begitu pun dengan kostum dan aksesorisnya, saya ingin mematahkan stigma negatif itu. Laki-laki juga bisa dan boleh menari,” ungkap siswa SMAN 4 Malang ini.
Sebagai putri tari, ia mempunyai misi untuk mengkolaborasikan seni tari dengan wisata. Seban Kota Malang tidak memiliki potensi wisata alam seperti Kabupaten Malang dan Kota Batu, sehingga wisata kampung tematik menjadi andalan.
“Saya ingin membantu mengkolaborasikan seni tari dan pariwisata untuk mendukung sektor UMKM,” tutur wanita yang menekuni seni tari sejak pendidikan usia dini ini.
Hal serupa diungkapkan Yusuf. Bagi peraih juara 1 tari tradisional tingkat Provinsi Jawa Timur ini, seni tari tak memandang gender, siapapun boleh ikut. Ia menceritakan pengalamannya tertarik pada dunia tari.
“Saya mulai belajar tari sejak kelas 5 SD, waktu itu saya diajari tari Bapang oleh salah seorang guru dan tertarik, sehingga saya lanjutkan sekolah di SMPN 4 Malang karena disana ada pelajaran khusus PPST, sehingga saya semakin menekuni tari,” tutur siswa SMKN 5 Malang ini.
Ia pun memberikan tips pada siswa untuk menjadi penari yang baik. Pertama, penari harus mengkonsumsi makanan yang bergizi, karena itu akan berpengaruh pada kondisi fisik dan stamina penari.
“Selain itu sering-seringlah melakukan olah tubuh dan pemanasan sehingga gerakan tari kita semakin bagus,” tandasnya
Sementara Robby Hidajat lebih banyak mengajak siswa melakukan praktik-praktik gerakan tari untuk menumbuhkan minat siswa pada seni tari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....