Konferensi Internasional Biomass dan Bioenergy ke-8 tahun 2023
- 08 Agt 2023 13:54 WIB
- Jakarta
KBRN,Jakarta: Para pakar dan peneliti dari sejumlah negara berkumpul di Bogor untuk mengikuti ajang International Conference on Biomass and Bioenergy (ICBB) ke-8 tahun 2023, yang digelar selama dua hari (07-08/08), di Gedung Internasional Convention Center (ICC) Kampus IPB Baranangsiang, Bogor.
Panitia, sekaligus tuan rumah kegiatan, Dr. Meika Syahbana Rusli dari Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) IPB University menyampaikan, Conference on Biomass and Bioenergy di Bogor ini berhasil diselenggarakan oleh SBRC IPB bekerja sama dengan International Society of Biomass and Bioenergy (ISBB); Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Universitas Tokyo dan Hirosima (Jepang); Universitas Villanova (AS); Institut Penelitian Energi Korea ; Asosiasi Ilmuwan dan Teknologi Bioenergi Indonesia (Indonesia) dan sejumlah stakeholder terkait lainnya.
"Acaranya ini berlangsung selama dua hari, yakni dari kemarin dan hari ini. Untuk peserta ini dari berbagai negara seperti dari AS, Jepang, Korea, Singapura, Australia dan tentunya dari Indonesia paling banyak karena kita jadi tuan rumahnya," kata Dr. Meika. Selasa,(08/08).
Lebih lanjut Direktur SBRC IPB itu menjelaskan, bahwa International Conference on Biomass and Bioenergy tahun 2023 di Bogor ini menjadi ajang penting untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, dan pakar industri di bidang biomassa dan bioenergi dalam satu forum bersama.
"Kegiatan ini sebetulnya rutin dilakukan. Namun karena kemarin ada pandemi Covid, pertemuan ini hanya bisa dilaksanakan secara online melalui zoom. Ya, alhamdulillah tahun ini bisa kembali dilaksanakan secara tatap muka langsung," ungkapnya.
Dijelaskan Dr. Meika, pertemuan dalam Conference Internasional Biomass and Bioenergy ini menjadi sangat penting untuk mendiskusikan dan menjawab berbagai tantangan, peluang akan kebutuhan energi dunia yang semakin meningkat.
"Bioenergi adalah jawaban untuk ketahanan energi, transisi energi dari energi fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan dan pemenuhan target penurunan emisi gas rumah kaca," jelasnya.
Meurutnya, Potensi biomassa yang sangat besar dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk berbasis bio dan bioenergi dengan nilai tambah yang lebih tinggi dan diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, Transisi Energi Berkelanjutan dan Bioekonomi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....