Teleskop Roman Dinyatakan Siap Kirim Data Kosmik dalam Jumlah Besar ke Bumi
- 28 Sep 2026 06:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiga stasiun bumi di Jepang, Amerika Serikat, dan Australia lulus uji penerimaan data Teleskop Roman hingga 500 megabit per detik.
- Roman diperkirakan mengirim 1,4 terabyte data per hari, menjadi volume harian terbesar dalam misi astrofisika NASA.
- Jaringan stasiun internasional disiapkan sebagai jalur utama data Roman, termasuk untuk menghadapi gangguan cuaca dan sinyal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak tiga jaringan stasiun bumi di berbagai negara dinyatakan siap menerima data dari Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman. Stasiun bumi NASA, Badan Antariksa Eropa (ESA), dan Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) berhasil menjalani serangkaian pengujian.
Mengutip NASA, Senin, 28 September 2026, Ketiganya mampu menerima data Roman dengan kecepatan hingga 500 megabit per detik. Pengujian ini menjadi bagian dari persiapan sebelum Roman memulai operasi sains paling lambat awal 2027.
Teleskop tersebut diperkirakan mengirimkan sekitar 1,4 terabyte data setiap hari. Ini menjadi volume data harian terbesar di antara misi astrofisika NASA sejauh ini.
“Ini merupakan data operasional nyata yang diawali dengan informasi mengenai kondisi instrumen. Seperti suhu, konsumsi daya, dan data gambar awal,” kata Insinyur frekuensi radio di Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Bob Kalogerakos.
Menurutnya, keberadaan stasiun bumi di berbagai lokasi dengan kondisi cuaca berbeda penting untuk menjaga kelancaran pengiriman data Roman. Jika cuaca atau hujan mengganggu sinyal, data yang dikirim Roman dapat mengalami gangguan.
Sistem otomatis akan mendeteksi data yang tidak berhasil diterima dengan baik. Kemudian, Sistem akan meminta pesawat mengirim ulang data tersebut dari penyimpanan internalnya beberapa jam kemudian.
Roman akan mengirimkan data dari lokasi sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi, di sekitar titik Lagrange 2 (L2). Data yang dikirim mencakup informasi kondisi instrumen, seperti suhu dan penggunaan daya, serta data awal hasil pengamatan.
Pengujian pertama dilakukan di Stasiun Antariksa Dalam Misasa milik JAXA di Jepang pada 7 September 2026. Antena stasiun tersebut berhasil menerima data dengan kecepatan hingga 500 megabit per detik.
Adapun, pengujian tetap berlangsung ketika Jepang dilanda topan. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena hujan dapat melemahkan atau mengganggu sinyal radio yang digunakan Roman untuk mengirimkan data.
“Ini adalah pertama kalinya kami mengirimkan data dengan kecepatan maksimum Roman. Saat pengujian berlangsung, Jepang juga dilanda topan dan kondisinya tidak sempurna, sehingga pengujian ini menjadi sangat ketat,” kata Insinyur sistem tingkat lanjut di NASA Goddard, Matthew Wasiak.
Selanjutnya, stasiun jaringan Near Space Network NASA di White Sands, New Mexico, menjalani pengujian pada 8-11 September 2026. Antena utama dan cadangannya diuji untuk memastikan kemampuan menerima data dari Roman.
Pengujian terakhir dilakukan di stasiun ESA dekat New Norcia, Australia Barat, pada 17 September 2026. Stasiun tersebut juga berhasil menerima data hingga kecepatan tertinggi yang diuji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....