BRIN Luncurkan Pusat Unggulan Internasional untuk Ketahanan Bencana
- 05 Sep 2026 13:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi meluncurkan International Center of Excellence for Disaster Risk Reduction and Resilience Research (ICED4R), atau Pusat Unggulan Internasional untuk Penelitian Pengurangan Risiko dan Ketahanan Bencana. Momen tersebut bertepatan saat penyelenggaraan The 1st BRIN–NIED Annual Disaster Risk Reduction (DRR) Workshop yang digelar di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (4/9/2026).
Plt. Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN, Luki Subehi mengatakan, pembentukan pusat tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi penelitian jangka panjang dalam mencari solusi menghadapi berbagai bahaya, khususnya bahaya geologi. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari hasil Simposium Bahaya Geologi Inggris-PBB 2025 yang sebelumnya diselenggarakan di BRIN.
Ia menjelaskan, kerja sama penelitian kebencanaan terus dikembangkan melalui berbagai proyek, termasuk pengembangan sistem peringatan dini dan inisiatif penelitian baru yang berfokus pada bahaya geologi. Luki menekankan bahwa meningkatnya risiko bencana yang bersifat multi-bahaya dan lintas batas membutuhkan keterhubungan antara teknologi pengamatan, ilmu pengetahuan, dan kebijakan yang berorientasi pada masyarakat.
“Menangani peningkatan risiko multi-bahaya dan lintas batas membutuhkan sinergi yang mulus antara teknologi pengamatan mutakhir, untuk sains, dan kebijakan yang berpusat pada masyarakat,” katanya.
Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan gagasan penelitian dan program strategis yang berdampak, sekaligus mendorong terciptanya solusi yang berkelanjutan untuk membangun kota, keluarga, dan wilayah yang lebih aman serta tangguh terhadap bencana.
Direktur Eksekutif IRDR (Integrated Research on Disaster Risk) Jepang, Prof. Saini Yang, turut menyampaikan apresiasi terhadap pembentukan pusat unggulan BRIN untuk penelitian pengurangan risiko bencana dan ketahanan. Menurutnya, pembentukan pusat tersebut menjadi tonggak penting bagi jaringan IRDR sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengembangkan penelitian dan tata kelola risiko bencana yang berbasis bukti.
Ia melihat Indonesia dan Jepang memiliki profil risiko bencana yang serupa. Gempa bumi, tsunami, banjir, dan bahaya gunung berapi merupakan sejumlah tantangan yang dihadapi kedua negara. Karena itu, Saini mendorong BRIN dan NIED untuk memperdalam kerja sama melalui pertukaran data, metodologi, dan keahlian. Kedua pihak juga diharapkan dapat bersama-sama mengembangkan solusi yang dapat diterapkan secara lebih luas.
“Penelitian dan inovasi yang dikembangkan melalui kemitraan ini tidak hanya akan bermanfaat bagi Indonesia dan Jepang, tetapi juga menawarkan model adaptif untuk keadaan darurat di sekitar wilayah serta seluruh dunia,” katanya.
Saini menambahkan, tantangan seperti perubahan iklim, bahaya yang disebabkan aktivitas manusia, pembangunan berkelanjutan, dan kerentanan kawasan perkotaan memiliki karakter global. Karena itu, kolaborasi pengurangan risiko bencana juga perlu diperluas hingga melibatkan peneliti dan praktisi dari berbagai kawasan dunia. (jml)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....